Bukan Dongeng, Bukan Cerita Cinderella! 3 Alasan Inilah Bikin Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga
· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Kemarin tepatnya ketika menahan imbang Hull City 2-2, Rabu (22/4/2026), klub Leicester City resmi sudah terdampar ke kasta ketiga League One musim depan. Sekarang mereka ada di posisi ke-23 tepat bersama Sheffield Wednesday dengan hanya menang 11 kali sepanjang musim 2025/2026. The Foxes mengubah cerita yang sebelumnya mereka seperti cerita negeri dongeng dimana jadi tim divisi ketiga melaju ke kasta tertinggi Liga Inggris ( EPL ) musim 2023/2024.Kala itu mereka mengunci posisi pertama dan berhasil menjadi juara kasta kedua Liga Inggris dengan mengalahkan Preston North 3-0, Selasa (30 Mei 2024 ) lalu.
Sekarang Semua Berubah Selama 10 Tahun Terakhir
Leicester meraih lebih banyak kesuksesan sejak memenangkan gelar Championship kasta kedua Liga Inggris kala itu, hingga dan memenangkan Piala FA untuk pertama kalinya pada tahun 2021.Brendan Rodgers membawa Leicester ketika mereka mengalahkan Chelsea di Wembley, dan hampir kembali ke Liga Champions, finis di posisi kelima selama dua tahun berturut-turut musim 2021 hingga 2024.Selama beberapa tahun terakhir, Brendan Rodgers membawa klub ini ke tempat terbaik mereka, apalagi sejarah mereka yaitu pada Mei 2016, Leicester City mengangkat trofi Premier League, menentang peluang 5.000 banding 1 dalam salah satu kisah underdog paling luar biasa dalam sejarah sepak bola Inggris.Hampir satu dekade setelah kemenangan gelar yang luar biasa itu, The Foxes bersiap untuk menjalani kehidupan di League One musim depan, setelah mengalami degradasi berturut-turut.
Mereka Harus Berbenah! 3 Alasan Ini Mungkin Alasan Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga
Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga bukan sebagai klub amatir dan tidak punya pengalaman. Stadion King Power sudah tak berpengaruh lagi sesuai namanya, dengan hanya mengamankan 13 poin dari lima puluh empat poin yang tersedia, telah kehilangan 41 poin itu juga sudah menjadi bencana besar. Era keemasan juga sudah menjadi karat, berbenah! Itulah yang harus segera dilakukan. Penggemar satu persatu menyalahkan klub ini, ada yang bilang salah pelatih, salah pemain, kurangnya beli pemain bintang. Kata penggemar soal Leicester City yang terdegradasi tiba-tibaBeberapa orang mengatakan "jual seluruh tim", seperti salah satu komentar penggemar diatas. Memang nyatanya seperti itu. Kesalahan fatal The Foxes adalah mereka salah dalam melakukan manajemen strategi. Apalagi sering gonta-ganti pelatih tanpa mempertimbangkan lagi. Dampak dari kejadian tersebut masih terasa dan, setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di awal musim 2022-23, Rodgers mengatakan Leicester perlu fokus untuk meraih 40 poin. Tapi malah dipecat! Rodgers dipecat pada April 2023 ketika klub berada di tiga posisi terbawah. Mantan bos Aston Villa dan Norwich, Dean Smith, datang tetapi tidak mampu menyelamatkan mereka.Dalam tiga tahun sejak Rodgers pergi, Leicester telah memiliki tujuh manajer, dan semuanya gagal membawa The Foxes ke puncak tertinggi. Di bawah kepemimpinan Rowett, Leicester semakin terpuruk, dan pengurangan enam poin karena melanggar aturan keuangan EFL bahkan sampai terdegradasi musim ini. Alasan Terakhir Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga, dan Akan Dikenang Selamanya Jadi, di mana letak kesalahannya? Selain kesalahan mereka dengan gonta-ganti manajer pelatih. Juga kerap kali membeli pemain sampah yang punya performa buruk.Kemenangan Leicester di tahun 2016 mungkin merupakan keajaiban yang terjadi sekali saja, saat itu pemain mereka hebat dan punya integritas tinggi.Seperti termasuk N'Golo Kante (£5,6 juta), Jamie Vardy (£1 juta) dan Riyad Mahrez (£400.000).Dan di musim baru ini pemain seperti Harry Winks, Jakub Stolarczyk, Jordan Ayew sama sekali tidak bisa memberi perubahan bagus untuk membawa klub unggul.