Kutukan Persib Mulai Datang: JurnalisT Sebut Efek Tidak Adanya Bojan Hodak

SCORE.CO.ID - Kekalahan Persib atas Persebaya di Final Piala Presiden, Kamis (6/8/2026) malam. Maung Bandung secara mengejutkan kalah adu penalti dari Bajul Ijo dengan skor 5-6. Padahal Maung Bandung bermain di Stadion netral yaitu Kapten I Wayan Dipta, tepatnya di Bali. Tapi sejak peluit dibunyikan pertandingan semakin panas.

Saling Membalas Hingga Menit 120

Jika di zaman Bojan Hodak, Persib bermain simpel dengan taktik serangan balik.Β  Kini Maung Bandung bermain lebih terorganisir dan memainkan tempo lambat. Buktinya saja melawan Persebaya seharusnya bisa mencetak gol cepat lebih awal. Apalagi Bajul Ijo menggunakan pemain yang baru bergabung. Sebut saja: Alex Martins, Reza Arya hingga yang mencetak gol yaitu Ramadhan Sananta. Saking menjadi laga percobaan. Bajul Ijo justru bisa mencetak gol cepat. Ramadhan Sananta membawa Persebaya unggul lebih dulu pada menit ke-20 sebelum disamakan oleh bek Persib, Patricio Matricardi, empat menit kemudian. Kedua tim saling jual beli serangan, namun rapatnya pertahanan dan kendala penyelesaian akhir membuat tak ada gol tambahan hingga babak tambahan usai. Drama adu penalti berlanjut hingga babak sudden death setelah kedudukan tetap sengit di antara para eksekutor. Kiper Persebaya, Reza Arya, menjadi pahlawan dengan menepis tendangan penendang ketujuh Persib, Hamra Hehanusa. Gledson yang maju sebagai penendang penentu sukses menjalankan tugasnya dan mengunci kemenangan Persebaya. Sampai-sampai statistik sepanjang mereka bermain dimana Persebaya jauh lebih unggul atas Persib. Sekarang pertanyaannya, kok bisa?
Penguasan Bola Shots on Target
70% vs 30%. 2 vs 5
Jelas lebih rapih dari komposisi skuad. Namun penyerang Maung Bandung tetap saja mandul gol jelang pembukaan musim.

Sementara itu, Bojan Hodak Bisa Memanfaatkannya

Bayangkan sebelum pemain diaspora bergabung. Bojan Hodak membawa Persib meraih tiga kali juara Liga 1 Indonesia secara beruntun yaitu ditahun: 2023–2024, 2024–2025, dan 2025–2026. Apalagi saat itu, Bojan hanya mengandalkan striker sekelas: Zalnando dan David Da Silva. Saat itu 14 pertandingan unbeaten, hingga di musim terakhir sebelum pensiun, Bojan Hodak mempersembahkan gelar lagi.

Kutukan Persib Mulai Datang di Era Igor Tulic, Benarkah?

Sebenarnya jawabannya satu, Era Bojan Hodak sudah berakhir. Meskipun Igor Tulic adalah asistennya tapi gaya permainannya jelas jauh berbeda. Pelatih baru ini gemar menggunakan taktik 4-2-3-1 sementara era Bojan Hodak lebih sering menggunakan formasi 4-3-3. Filosofi yang dipakai Igor adalah sepak bola Eropa Timur yang identik dengan kekuatan fisik dan organisasi pertahanan rapat akan tetap dipertahankan.Β  Sementara Bojan Hodak lebih suka taktis dengan transisi cepat antara bertahan dan menyerang.Β 
Persib era Igor Tulic, beruntung atau buntung?
Persib era Igor Tulic, beruntung atau buntung?
Jadi jika disebut kutukan itu belum. Karena Piala Presiden adalah laga uji coba melatih mental dan fisik.