Babak Pertama: Pertarungan Urat Syaraf di King Abdullah Sports City
Bertanding di Lapangan A King Abdullah Sports City Training, Jeddah, Timnas U17 Indonesia langsung berhadapan dengan tekanan hebat. China, dengan postur pemain yang lebih superior, mencoba mendominasi sejak peluit pertama dibunyikan. Juru taktik Kurniawan Dwi Yulianto sadar betul tantangan adaptasi cuaca ekstrem menjadi pekerjaan rumah terbesar."Agak ini, ya, agak berbeda jauh, ya. Karena memang di sini panasnya luar biasa," ujar Kurniawan sebelum laga, menggarisbawahi beratnya medan tempur yang harus dihadapi anak asuhnya.China nyaris membuka keunggulan lewat sepakan jarak jauh He Sifan, namun kiper Mike Rajasa tampil sigap di bawah mistar. Garuda Muda bukannya tanpa perlawanan. Serangan balik yang dimotori Chico Jericho Yarangga beberapa kali merepotkan. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum. Sama kuat.
Drama Gol Dianulir dan Mental Baja Garuda Muda
Babak kedua menjadi panggung sesungguhnya dari pertarungan mental. Kurniawan memasukkan Girly Andrade untuk menambah daya gedor. Hasilnya terasa. Indonesia tampil lebih ngotot dan berani keluar menekan. Puncaknya terjadi pada menit ke-68. Sebuah kemelut di depan gawang China berhasil dimanfaatkan pemain Indonesia menjadi gol. Skuad Merah Putih sempat bersorak. Namun, perayaan itu hanya sesaat. Wasit meniup peluit dan menganulir gol tersebut setelah melihat adanya handball dalam proses serangan. Kontroversi Timnas U17 vs China mencapai puncaknya di momen ini. Protes singkat tak mengubah keputusan. Skor tetap 0-0.Keanu Senjaya Jadi Pembeda!
Baca Juga: Rencana Timnas Indonesia ke Yordania November Nanti: PSSI Beri Respons soal FIFA Matchday
Ketika laga seolah akan berakhir imbang, mental baja Garuda Muda berbicara. Pada menit ke-87, sebuah skema serangan cepat dieksekusi dengan sempurna. Bek Matthew Baker melepaskan umpan terukur yang membelah pertahanan China. Bola disambut dengan dingin oleh Keanu Senjaya. Satu sentuhan, satu gol. Papan skor berubah 1-0 untuk Indonesia.
Gol tersebut membungkam China. Hingga laga usai, keunggulan tipis ini berhasil dipertahankan. Statistik boleh mencatat Indonesia kalah penguasaan bola (39% vs 61%), tapi efektivitas adalah raja. Kemenangan ini menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen Grup B, menjadi modal berharga sebelum menantang Qatar, Sabtu mendatang.