Klub Serie A di UCL 2026 Jadi Badut: 3 Faktor Ini Jadi Penyebabnya
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Hampir habis sudah perwakilan Klub Serie A di UCL tahun 2026 ini, Inter yang sudah dilumat Bodo/Glimt dengan skor 2-5, Napoli yang sudah terdepak di babak grup, bahkan yang terbaru Juventus kalah agregat dari Galatasaray dengan skor 5-7.Hanya tersisa satu-satunya perwakilan klub yaitu Atalanta yang berhasil lolos ke babak 16 UCL dengan mengalahkan Borussia Dortmund (4-3) tadi malam, Kamis (26/2/2026) dinihari tadi.Β Sejarah dibalik itu semua, mengingat Inter yang berhasil finish di posisi runner-up tahun lalu, dan era 90-an Juventus juga merajai turnamen ini. Hingga pemain terbaik yang pernah menghiasi Liga Champions berasal dari raksasa Serie A. Antara tahun 1993 dan 2010, lima dari 18 pemenang adalah tim Italia.
Saat Ini Klub Serie A di UCL 2026: Hanya Sebagai Hias Bangku Penonton
Hampir empat wakil Italia kalah dramatis tahun ini.Β Dari 15 kali klub Serie A bertarung di turnamen Eropa, mereka biasanya lolos 11 kali tiap musim berturut-turut, dan terakhir kali musim 2023/2024 sebanyak tiga tim lolos fase ini yaitu: Lazio, Inter dan Napoli.Namun, kita belum pernah melihat tidak ada tim Italia di babak 16 besar - tidak hanya dalam 15 musim terakhir, tetapi juga sejak perubahan nama pada musim 1992/93.Petinggi Italia menyambut kemenangan Atalanta di babak playoff, Kamis dinihari tadiBiasanya juga klub Serie A juga memasukan 3 klub berturut-turut ke fase knock out, tapi dua musim terakhir seolah semuanya membisu, mereka hanya menjadi hiasan di bangku penonton.
Faktor Ini Jadi Penyebabnya!
Tahun ini paling terburuk bagi klub-klub Serie A di pentas Eropa.Penyebabnya ada tiga faktor yang mungkin dilihat oleh JurnalisT ( pakar sepakbola situs kami ) yang sudah bertahun-tahun berpengalaman melihat perubahan sepakbola baik di dalam negeri maupun internasional." Inter mencoba memulai siklus baru dengan mendatangkan pemain muda dan calon pelatih hebat dengan sedikit pengalaman, Juventus perlu menyelesaikan beberapa masalah teknis dan manajerial. Napoli memiliki Antonio Conte yang punya strategi klasik ( alias taktik jadul )", tulisnya.Yang paling parah, AC Milan harus absen tahun ini, dan hanya Atalanta dengan sedikit pemain bintang bisa bersaing di kasta Eropa.Β Mereka hanya mengandalkan kiper berpengalaman Marco Carnesecchi dengan taktik Rafael Palladino (3-4-3 ) offensive yang memanfaatkan Retegui di posisi depan justru bisa menghasilkan peluang menang dibanding Juventus yang harus membayar pelatih mahal tetapi tidak ada hasilnya.Β