Klub Mohamed Salah Dibantai di Liga Europa: Kasta Ketiga Jadi Pelabuhan Terakhir?
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Siapa yang menyangka kalau roda nasib di dunia sepak bola bisa berputar secepat ini. Peristiwa memilukan di mana klub Mohamed Salah dibantai di Liga Europa menjadi tamparan keras yang menyadarkan publik bahwa nama besar tak lagi menjamin kejayaan di lapangan hijau.Β Mantan megabintang Liverpool yang dulunya sangat rutin mengacak-acak pertahanan tim raksasa di panggung megah Liga Champions itu kini harus menerima takdir baru yang cukup meremukkan kebanggaan.Β
Mimpi Buruk Kartu Merah Hingga Degradasi ke Liga Konferensi Eropa
Harapan Trabzonspor untuk membalikkan keadaan sebenarnya sempat menyala saat bertandang ke markas wakil Hongaria, Ferencvaros, pada leg kedua babak play-off, Kamis (27/8/2026).Β Maklum saja, pada pertemuan pertama di kandang sendiri, mereka hanya kalah tipis 0-1 dan masih memiliki peluang cukup terbuka. Sayangnya, alih-alih bangkit mengamuk untuk mengamankan tiket kelolosan, laga leg kedua justru berubah menjadi parade bencana yang sangat memalukan.Β Petaka besar dimulai ketika Ruslan Malinovskyi diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit ke-13, disusul keluarnya Sidny Lopes Cabral di menit ke-57 akibat hukuman serupa.Β Bermain hanya dengan 9 orang membuat Mo Salah tak berdaya melihat lini belakang timnya digelontor empat gol tanpa balasan. Kekalahan telak 0-4 ini menggenapkan agregat menjadi 0-5, sekaligus melempar Trabzonspor keluar dari kompetisi kasta kedua tersebut.
Nasib Tragis: Klub Mohamed Salah Dibantai di Liga Europa dan Peta Kasta Ketiga
Ferencvaros vs Trabzonspor di Liga EropaAkibat kegagalan menyakitkan ini, Mo Salah terpaksa legowo mencicipi atmosfer UEFA Conference League 2026-2027 yang menempati kasta ketiga kompetisi antarklub Eropa.Β Di sana, ia akan bersaing dengan klub-klub medioker seperti Braga, Freiburg, Getafe, hingga Twente yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers.Β Kendati demikian, panggung kompetisi kasta ketiga ini tidak sepenuhnya hambar karena masih dihiasi nama-nama kondang seperti Ajax Amsterdam, AS Monaco, dan Atalanta.Di sisi lain, babak play-off Liga Europa juga menghadirkan takdir yang sangat berbeda bagi beberapa mantan juara Eropa lainnya. Tim-tim kawakan seperti Benfica dan Anderlecht melenggang mulus ke fase utama dengan kemenangan agregat yang sangat meyakinkan.Β Sebaliknya, nasib apes layaknya Trabzonspor juga harus ditelan bulat-bulat oleh Red Star Belgrade. Sang jawara Piala Champions 1991 tersebut kena comeback tragis usai sempat unggul 3-0 di leg pertama, namun justru dilumat 1-5 oleh Viktoria Plzen pada pertemuan kedua.Β Kenyataan pahit saat klub Mohamed Salah dibantai di Liga Europa menjadi pengingat nyata bahwa panggung sepak bola Eropa selalu menghadirkan drama mengejutkan yang tak pernah bisa ditebak oleh siapapun.