Kisah Piala Dunia Terburuk Sepanjang Masa: Catatan Kelam Italia 1990
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID- Piala Dunia Terburuk Sepanjang Masa menjadi label yang melekat kuat pada turnamen akbar edisi 1990 di Italia.Β Meski kompetisi empat tahunan ini umumnya dipuja sebagai panggung tertinggi yang penuh drama dan keindahan taktik, edisi tersebut justru dikenang karena mempromosikan sepak bola negatif.Β Walau demikian, di balik banjir kritik dan kebosanan penonton, turnamen kelam inilah yang justru memicu gelombang revolusi besar dalam aturan sepak bola modern yang kita nikmati hari ini.
Final Paling Membosankan di Piala Dunia Terburuk Sepanjang Masa
Turnamen tahun 1990 mencatatkan rekor produktivitas gol terendah dalam sejarah, dengan hanya menghasilkan 115 gol atau rata-rata 2,21 gol per pertandingan.Β Minimnya gol di fase grup hingga laga semifinal yang monoton menjadi indikasi kuat maraknya strategi defensif ekstrem.Β Puncaknya terjadi pada laga final yang mempertemukan Jerman Barat dan Argentina. Bukannya menyajikan tontonan menghibur, laga pamungkas itu justru berjalan kasar dan dipenuhi pelanggaran.Dalam pertandingan tersebut, Argentina menerapkan taktik bertahan total demi memaksakan adu penalti, hingga mereka hanya mampu melepaskan satu tembakan sepanjang laga.Β Akibat permainan keras tersebut, Tim Tanggo harus kehilangan dua pemainnya karena kartu merah, termasuk Pedro Monzon yang menjadi pemain pertama yang diusir dalam sejarah final Piala Dunia.Β Jerman Barat akhirnya keluar sebagai juara lewat gol penalti tunggal Andreas Brehme pada menit ke-85.Β Pelatih Jerman Barat saat itu, Franz Beckenbauer, bahkan menyayangkan sikap Argentina yang dianggap sengaja merusak keindahan pertandingan.
Lahirnya Aturan Baru demi Menyelamatkan Wajah Sepak Bola
Piala Dunia 1990 dengan Produktivitas Gol yang RendahKekecewaan massal terhadap kualitas permainan di Italia memaksa FIFA bertindak cepat demi menyelamatkan daya tarik sepak bola.Β Untuk memicu motivasi tim bermain lebih menyerang, otoritas tertinggi sepak bola tersebut mengubah sistem poin kemenangan di fase grup dari dua poin menjadi tiga poin.Β Langkah ini terbukti efektif membuat tim-tim dunia tampil lebih agresif di turnamen-turnamen berikutnya.Selain itu, FIFA juga resmi memperkenalkan aturan larangan backpass menggunakan tangan bagi penjaga gawang.Β Regulasi ini lahir untuk menghentikan trik kotor mengulur waktu yang sering diperagakan tim-tim seperti Argentina pada saat itu.Β Tidak hanya itu, aksi simulasi atau diving yang sempat mengkonotasikan turnamen ini dengan kecurangan, termasuk aksi teatrikal Juergen Klinsmann yang membuahkan kartu merah bagi lawan.Hal tersebut mulai mendapat perhatian serius untuk diberantas demi menjunjung tinggi sportivitas.Pada akhirnya, turnamen edisi 1990 memberikan pelajaran berharga bahwa kemenangan tidak boleh diraih dengan cara merusak esensi permainan itu sendiri.Β Sejarah mencatat bahwa perubahan-perubahan regulasi besar berakar dari evaluasi total terhadap Piala Dunia terburuk sepanjang masa.