Bukan sekadar angka, catatan 10 gol dan 6 assist dalam 16 pertandingan adalah bukti sahih betapa dominannya Kvaratskhelia musim ini. Sejak fase grup hingga partai puncak, ia hampir selalu terlibat dalam setiap alur serangan berbahaya PSG. Bayangkan, ia mampu merobek jala lawan secara konsisten di tengah tekanan atmosfer kompetisi yang kian mencekam.
Fase Turnamen
Gol
Assist
Fase Grup
4
3
Fase Gugur
6
3
Momen Penentu di Final vs Arsenal
Laga final melawan Arsenal menjadi panggung utama sang bintang. Saat PSG tertinggal, mentalitas juara Kvaratskhelia berbicara. Ia dilanggar di kotak terlarang pada menit ke-65βsebuah manuver tajam yang memaksa wasit menunjuk titik putihβsebelum Ousmane Dembele sukses menyamakan kedudukan.
Momen krusial saat Kvaratskhelia memenangkan penalti yang mengubah arah final Liga Champions.
Penghargaan UEFA dan Team of the Season
Panel pengamat UEFA yang terdiri dari legenda sepak bola menempatkan sang winger di puncak daftar penghargaan. Keberhasilan ini semakin manis karena lima pemain PSG, termasuk sang bintang Georgia, mendominasi Team of the Season. Dominasi ini menegaskan status PSG sebagai kekuatan absolut di Eropa saat ini.
"Pemain sayap asal Georgia ini dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions oleh UEFA karena perannya yang krusial dalam membimbing klub Prancis tersebut meraih gelar juara beruntun," tulis laporan Reuters.
Lantas, apa dampaknya bagi masa depan PSG? Dengan fondasi skuad yang solid, mereka kini tak terbendung. Status Kvaratskhelia sebagai megabintang baru dunia pun telah resmi terkunci. Terus ikuti perkembangan berita mengenai Pemain Terbaik Liga Champions 2025/26 dan aksi-aksi memukau lainnya hanya di score.co.id.