Kesulitan Mohamed Salah di Liga Premier: Penurunan Performa atau Standarnya Ketinggian

SCORE.CO.ID - Sejak kepindahan dari Roma ke Anfield, Momahed Salah telah memantapkan diri menjadi salah satu pemain terbaik di Premier League. Gelar terhebat sepanjang masa tersemat setelah catatan 252 gol dalam 430 pertandingan. Namun, kesulitan Mohamed Salah yang gagal memenuhi standar tinggi yang ditetapkannya sendiri pada musim 2025/2026 memicu perdebatan.

Benarkah Kesulitan Mohamed Salah di Liga Premier karena Penurunan Performa?

Perdebatan mengenai kondisi fisik Mohamed Salah kembali mencuat setelah Liverpool gagal mempertahankan gelar di Liga musim ini.Β  Saat negosiasi kontrak berlangsung di musim lalu, banyak pihak mempertanyakan kebijakan klub karena masih mempertahankan sang bintang hingga memasuki usia pertengahan 30-an. Kekhawatiran tersebut dirasa sangat wajar mengingat beban gaji yang harus ditanggung terlampau besar bagi pemain yang telah melewati masa puncaknya.Β  Namun, argumen tersebut tak sepenuhnya berdasar. Di ruang gant, Salah kerap dipuji lantaran disiplin dan Etos kerja dalam menjaga kebugaran. Ex pemain Roma tersebut menandatangani dua tahun kontrak dengan bayaran 400.000 Euro per pekan. Besaran gaji yang diterima membuatnya menyandang pemain dengan gaji tertinggi di Liverpool.Β  Narasi bahwa terjadi kesulitan Mohamed Salah di Liga Premier akibat penurunan performa semakin liar.Β  Pada musim 2024/2025, Salah telah mencatat 15,1 sprint, angkanya hanya turun tipis setiap pertandingan. Jarak tempuh kontribusinya pun semakin meningkat kini ia menempuh 9,7 km per pertandingan. Sebelumnya ia hanya mencatatkan di angka 9,3 km. Statistik ini yang dijadikan dasar bahwa ia mengalami kemunduran fisik.

Dampak Taktik Arne Slot dan Pergeseran Fokus Serangan

Mohamed Salah Pemain Liverpool
Mohamed Salah Pemain Liverpool
Jika bukan fisik, maka pendekatan taktik Arne Slot patut disorot. Musim lalu, sistem racikan pelatih asal Belanda itu membuat Salah tampil luar biasa dengan 29 gol dan 18 assist. Namun, kedatangan Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan Alexander Isak menandai perubahan arah strategi The Reds. Fokus serangan kini mulai bergeser dari Salah menuju generasi baru. Hal ini tercermin dari penurunan sentuhannya di kotak penalti hanya 7,5 per laga musim ini. Angka tersebut turun 25 persen dari rata-rata tiga musim sebelumnya. Proporsi sentuhan di area berbahaya pun merosot dari 21 persen menjadi 15 persen. Selain itu, kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid turut memengaruhi dinamika serangan Liverpool.Β  Meski demikian, Salah tetap mencatat enam gol dan empat assist di Liga Premier, lebih baik dibanding Bukayo Saka dan Cole Palmer. Bisa jadi, ia sekadar menjadi korban standar tinggi yang ia ciptakan sendiri.