Kenapa Liga Prancis Disebut Liga Petani? Sindiran Lama yang Terus Membayangi
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Di dunia sepak bola, ada istilah yang sering memancing perdebatan panas di kalangan fans yakni liga petani. Kenapa Liga Prancis disebut Liga Petani? Buat sebagian orang, istilah ini cuma candaan rival antar suporter. Tapi buat yang lain, label tersebut terasa seperti sindiran tajam yang meremehkan kualitas kompetisi.Lalu, sebenarnya apa sih makna dari sebutan itu? Kenapa justru Ligue 1 yang paling sering jadi sasaran? Menariknya, jawabannya bukan cuma soal Paris Saint-Germain yang terlalu dominan, tetapi juga soal citra, sejarah, dan cara dunia memandang sepak bola Prancis.
Kenapa Liga Prancis Disebut Liga Petani? Ini Asal Usulnya
Secara sederhana, istilah liga petani digunakan sebagai ejekan. Maksudnya, liga tersebut dianggap tidak sekompetitifs liga-liga elite lain seperti Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Serie A.Konotasinya cukup sarkastik yakni pemain di liga itu digambarkan seperti petani yang bekerja di ladang pada siang hari lalu bermain bola malamnya.Β Tentu ini bukan makna literal, melainkan sindiran bahwa kualitas permainannya dianggap berada di bawah standar liga top Eropa lainnya. Ligue 1 sering menjadi target karena dalam banyak periode, kompetisinya terlihat dikuasai satu klub.Β Dulu Olympique de Marseille sempat berjaya di akhir 1980-an. Lalu Olympique Lyonnais mendominasi awal 2000-an dengan tujuh gelar beruntun.Namun era yang paling sering jadi bahan sindiran adalah dominasi PSG sejak musim 2012/2013. Dengan kekuatan finansial besar dan deretan pemain bintang seperti Neymar, Kylian Mbappe, hingga Edinson Cavani, PSG tampak terlalu jauh meninggalkan pesaingnya.
Benarkah Ligue 1 Sepenuhnya Layak Disebut Begitu?
N'Golo Kante, Pemain Fenerbahce yang Pernah Memperkuat Al IttihadMeski sering diejek, realitasnya tidak sesederhana itu. Prancis justru dikenal sebagai salah satu penghasil talenta terbaik di Eropa. Banyak pemain top lahir dan berkembang di sana sebelum bersinar di liga lain.Nama-nama seperti Eden Hazard, N'Golo Kante, Riyad Mahrez, hingga Alexandre Lacazette pernah menjadikan Ligue 1 sebagai batu loncatan menuju panggung yang lebih besar.Di sisi lain, akademi klub-klub Prancis juga terkenal luar biasa dalam mencetak pemain muda berkualitas. Oleh karena itu, banyak yang menyebut Ligue 1 lebih tepat sebagai βliga pengembang talentaβ ketimbang sekadar liga petani.Jadi, alasan kenapa Liga Prancis disebut Liga Petani sebenarnya lebih merupakan sindiran rivalitas daripada gambaran utuh kualitas liga. Sebab di balik label tersebut, Ligue 1 tetap punya peran besar dalam membentuk wajah sepak bola Eropa modern.