Awas Wasit di Indonesia Open 2026 Rajin Kirim Kartu Merah Bulutangkis, Apa Dampaknya?
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Baru-baru ini hangat diperbincangkan di sosial media soal penggunaan kad merah dan kad kuning ( biasa disebut kartu merah dan kartu kuning ) di Indonesia Open 2026.Pasalnya wasit-wasit di Indonesia Open 2026 sudah mengeluarkan hampir 2-3 kartu merah contoh saja pada laga: Goh/Lai vs Thom Gicquel/Delphine Delrue. Dimana ganda campuran ini mendapati kartu merah akibat mengulur waktu servis.Laga Goh/Lai vs Thom Gicquel/Delphine Delrue yang dihujani kartu kuning, di Indonesia Open kemarin, Jumat ( 5/6/2026)Berikutnya laga Feng/Huang dari Cheng/Zhang juga menerima kartu kuning akibat terlalu lama servis dan itu juga menjadi bahan perbincangan hingga babak final hari ini.
Wasit Punya Alasan Tersendiri
Keluarnya kartu kuning hingga kartu merah itu tak semata-mata tanpa alasan.Sekarang BWF punya sistim Peraturan Tambahan Terkini BWF (Sistem Waktu 25 detik).Apa artinya? Jika pemain terus melakukan kesalahan seperti mengulur waktu servis maka wasit mempunyai kuasa untuk menegur pemain yang menangguhkan servis selama lebih daripada 25 detik .Β Peraturan ini untuk jaga- jaga agar atlet yang bertanding tidak mengulur waktu terlalu lama apalagi membuat rugi pihak lawan saat kondisi "Rally Match Point".Pelanggaran ini boleh dihukum dengan lisan ( menegur atlet ), kad kuning, atau bahkan kad merah bergantung pada tahap keterukan dan pengulangan pelanggaran.
Apa Dampaknya Bagi Atlet?
Kad Kuning ( Kartu Kuning ): Diberi oleh wasit sebagai pelanggaran ringan atlet bulutangkis dilapangan seperti: melempar raket, meninggalkan lapangan tanpa izin, mengulur waktu atau tingkah laku tidak sportif.Β Kad Merah ( Kartu Merah ): Diberi karena kesalahan serius, kesalahan berulang selepas menerima kad kuning, atau kelewatan tingkah yang berlebihan. Penalti untuk kad merah adalah satu mata untuk pihak lawan.Dampak bagi atlet jika menerima kedua kartu ini resikonya adalah untuk menerima kartu kuning dimana bola berpindah tangan ke lawan, sementara untuk kartu merah bisa membuat atlet dikeluarkan dari lapangan.
Ditambah atlet yang sering mendapatkan kartu merah bulutangkis akan mendapat kartu hitam dan didenda dengan membayar sejumlah uang. Kartu hitam lebih fatal dampak resikonya karena bisa menyebabkan sang atlet mendapati diskualifikasi.