Karir Rodri di Manchester City 2019-2026: Dari Treble Winner

score.co.id - Karir Rodri di Manchester City adalah sebuah narasi epik tentang puncak kejayaan dan jurang keterpurukan. Pekan ini, sang metronom asal Spanyol itu kembali menjadi sorotan setelah juru taktik Pep Guardiola memberikan secercah harapan mengenai kondisinya jelang laga krusial kontra Crystal Palace.
Momen emas Rodri saat mencetak gol tunggal kemenangan di Final Liga Champions 2023, mengunci status treble winner bagi Manchester City.
Perjalanan Rodrigo Hernandez Cascante bersama The Citizens, yang dimulai sejak musim panas 2019, telah menjelma menjadi sebuah era. Didatangkan sebagai suksesor Fernandinho, ia tak hanya mengisi kekosongan, tetapi mendefinisikan ulang peran gelandang bertahan modern.

Dari Jangkar Tak Tergantikan Menuju Puncak Dunia

Dalam enam tahun pertamanya, Rodri menjadi tulang punggung yang mengantar City meraih 11 trofi mayor. Statistik Rodri di Premier League membuktikan dominasinya: dari 265 penampilan di semua kompetisi, ia mencatatkan tingkat tak terkalahkan 89% saat berada di lapangan. Akurasi umpannya yang mencapai 92,05% dari total 20.271 operan sukses menjadi bukti sahih perannya sebagai orkestrator permainan. Momen paling ikonik tentu saja terjadi di Istanbul pada 10 Juni 2023. Sepakan mendatarnya pada menit ke-68 ke gawang Inter Milan tak hanya memecah kebuntuan, tetapi menggoreskan sejarah. Gol itu memastikan status Rodri sebagai pahlawan treble winner Manchester City, sebuah pencapaian yang diidamkan klub selama bertahun-tahun. Kehebatannya juga terbukti lewat rekor fenomenal 74 laga beruntun tanpa kalah bersama City, rekor terpanjang untuk seorang pemain Premier League.

Ballon d'Or, Bencana ACL, dan Musim yang Sirna

Puncak pengakuan individu datang pada 28 Oktober 2024. Setelah membawa City juara liga keempat beruntun dan Spanyol menjuarai Euro 2024 sebagai pemain terbaik, Rodri dianugerahi penghargaan tertinggi: Rodri Ballon d'Or 2024. Ia menjadi pemain Premier League pertama yang meraihnya sejak Cristiano Ronaldo pada 2008.
Rodri memegangi lutut kanannya dengan kesakitan, awal dari mimpi buruk cedera ACL yang menimpanya pada September 2024.
Namun, takdir berkata lain. Hanya sebulan sebelum malam penganugerahan itu, bencana melanda. Pada 22 September 2024, dalam laga sengit kontra Arsenal, Rodri terkapar pada menit ke-21. Diagnosis terburuk datang: ruptur ACL dan kerusakan meniskus. Musimnya berakhir seketika.
"Operasi pagi ini, ACL dan sedikit meniskus. Musim depan dia akan berada di sini. Musim ini sudah berakhir untuknya." – Pep Guardiola, 27 September 2024

Perjuangan Comeback dan Rintangan Baru di 2026

Perjuangan Rodri comeback cedera 2026 menjadi babak baru yang penuh tantangan. Ia kembali berlatih penuh pada awal 2025, namun Guardiola mengakui bahwa sang pemain mungkin dipaksa kembali terlalu cepat. Musim 2025/26 menjadi periode adaptasi yang sulit. Ia baru mencatatkan 1.245 menit bermain di liga. Saat City sedang berpacu sengit dengan Arsenal di puncak klasemen, masalah baru muncul. Cedera otot pangkal paha pada April 2026 memaksanya absen dalam empat laga beruntun. Seperti dilaporkan oleh media Inggris, kondisinya sempat sangat diragukan untuk laga tandang ke Selhurst Park. Namun, pada 12 Mei, Guardiola memberi sinyal positif. "Lebih baik. Kita akan lihat di sesi latihan sore ini," ujarnya. Meskipun pada akhirnya ia tak masuk starting XI, City berhasil menang 3-0, menjaga asa juara tetap menyala.
Rodri dalam sesi latihan pemulihan di Manchester City Training Ground pada Mei 2026, berjuang untuk kembali ke skuad utama. (Foto: Arsip Manchester City)
Kisah Rodri adalah cerminan dari sepak bola itu sendiri: perpaduan antara talenta luar biasa, momen-momen magis, dan ketangguhan mental untuk bangkit dari keterpurukan. Perjuangannya untuk kembali ke level tertinggi masih terus berlanjut. Terus ikuti perkembangan terbaru dan analisis mendalam seputar karir Rodri di Manchester City hanya di score.co.id.