Karir Phil Foden di Ujung Jalan? Putra Mahkota Man City Mulai Kehilangan Singgasananya
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Dulu namanya nyaris tak tersentuh, kini Phil Foden adalah anak emas Manchester City. Bocah Stockport yang tumbuh dari akademi, lalu menjelma menjadi simbol kejayaan era Pep Guardiola. Namun di usia 25 tahun, karir Phil Foden di akhir perjalanan.
Karir Phil Foden di Ujung Jalan?
Penampilan Foden belakangan jauh dari sosok yang pernah mengantar City meraih empat gelar Premier League beruntun. Saat semifinal Piala FA kontra Southampton di Wembley, ia kembali menjadi starter.Namun, laga itu berakhir dengan pola yang sudah terlalu familiar yakni performa datar, minim pengaruh, lalu ditarik keluar. Hal yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan kasus satu pertandingan.Β Sepanjang 2026, Foden belum mencetak gol dalam 24 penampilan terakhirnya bersama City dan hanya menyumbang satu assist. Statistik itu terasa kontras dengan pemain yang dua tahun lalu mencatat 19 gol dan delapan assist dalam satu musim.Sorak sorai dari suporter saat ia ditarik keluar lebih terasa sebagai bentuk simpati ketimbang apresiasi. Ada rasa sedih melihat ikon lokal mereka sedang tersesat di tengah kerasnya persaingan skuad Guardiola.
Persaingan yang Makin Kejam di Era Guardiola
Phil Foden Anak Emas Manchester CityDi Manchester City, nama besar tak pernah cukup untuk menjamin tempat utama. Datangnya Rayan Cherki mengubah dinamika lini tengah dan serangan.Β Pemain asal Prancis itu bukan hanya diproyeksikan sebagai penerus Kevin De Bruyne, tetapi kini juga tampak merebut ruang yang dulu identik dengan Foden.Pep Guardiola pun tidak menutup-nutupi realitas itu. Persaingan internal menjadi hukum utama di City. Jika ada pemain yang tampil lebih baik, maka dialah yang bermain.Foden kini harus bersaing bukan hanya dengan Cherki, tetapi juga dengan nama-nama seperti Bernardo Silva, Jeremy Doku, hingga Savinho. Di tim sekompetitif ini, sedikit penurunan performa bisa langsung menggeser posisi.
Haruskah Foden Pergi untuk Menyelamatkan Karirnya?
Pertanyaan yang dulu terasa mustahil kini mulai masuk akal adalah apakah Foden perlu meninggalkan klub yang membesarkannya demi menghidupkan kembali karier?Pep masih menegaskan kepercayaannya. Menurutnya, ini hanya soal waktu sebelum Foden kembali menemukan performa terbaik. Namun sepak bola modern bergerak cepat, dan waktu sering kali menjadi kemewahan yang mahal.Jika situasi ini terus berlanjut, keputusan karir Phil Foden mungkin harus segera diambil. Bertahan dan bertarung atau pergi demi menemukan kembali versi terbaik dirinya bisa jadi pilihan.