Mengenang Karir Igor Protti, Legenda Sepak Bola Italia yang Pernah Tolak Juventus
Β· sukro score.co.id
score.co.id - Karir Igor Protti adalah bukti nyata bahwa loyalitas masih memiliki harga di atas kepingan uang. Dunia sepak bola modern mungkin tidak akan pernah melihat fenomena serupa lagi. Ia bukan sekadar penyerang; ia adalah simbol perlawanan terhadap arus industrialisasi bola.
Awal karir dan meledak di Bari 1995β96
Lahir di Rimini pada 1967, Protti mulai mencuri perhatian dunia saat berseragam Bari. Musim 1995β96 menjadi panggung pembuktian keganasannya di kotak penalti lawan. Dalam 33 laga, ia memberondong gawang musuh sebanyak 24 kali. Ketajamannya tak terbendung. Ia bergerak dengan insting predator yang sulit diredam bek-bek tangguh Serie A kala itu.
Igor Protti Bari - Momen ikonik sang penyerang merayakan gol ke-24 yang mengantarkannya menjadi raja gol Italia.
Capocannoniere meski degradasi β rekor unik
Gelar capocannoniere Serie A pun jatuh ke pelukannya, berbagi tempat dengan Giuseppe Signori. Namun, ada fakta getir di balik prestasi individu tersebut. Bari terdegradasi ke Serie B meski memiliki pencetak gol terbanyak di liga.
Hingga tahun 2026, Protti tetap menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah sepak bola Italia yang meraih gelar top skor saat timnya turun kasta. Keunikan ini semakin mengukuhkan namanya dalam buku sejarah.
Menolak Juventus, memilih Livorno
Pasca periode sulit di Lazio dan Napoli, sebuah tawaran besar datang. Juventus, raksasa Turin, sempat melakukan pendekatan tidak resmi pada tahun 1999. Pemain lain mungkin akan langsung mengemasi koper. Sebaliknya, Protti justru mengambil langkah yang dianggap gila oleh banyak orang. Igor Protti tolak Juventus demi sebuah janji di kota pelabuhan.
Ia memilih bergabung dengan Igor Protti Livorno yang saat itu masih tertatih di kasta ketiga atau Serie C1. Alhasil, ia membangun kemitraan legendaris bersama Cristiano Lucarelli.
Bersama-sama, mereka mencetak puluhan gol dan membawa Livorno naik kasta dua kali berturut-turut hingga kembali ke kasta tertinggi. Protti juga mencatatkan rekor sebagai pemain yang pernah menjadi top skor di Serie A, Serie B, dan Serie C1.
Pensiun manis vs Juventus 2005
Pertandingan terakhir Igor Protti pensiun terjadi pada 28 Mei 2005. Takdir mempertemukannya kembali dengan Juventus, klub yang pernah ia tolak. Di usia 37 tahun, ia masih menunjukkan sisa-sisa magisnya. Protti mencetak gol lewat sontekan cerdik yang menaklukkan Gianluigi Buffon. Laga berakhir imbang 2-2. Saat ditarik keluar, seluruh stadion memberikan penghormatan berdiri. Suporter Juventus dan Livorno bersatu dalam tepuk tangan panjang bagi sang legenda.
Karir Igor Protti - Momen penuh haru saat Protti menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Cristiano Lucarelli.
Kabar duka 2026 dan warisan
Perjuangan terakhir Protti tidak terjadi di lapangan hijau, melainkan di ruang perawatan medis. Sejak 2025, ia berjuang melawan penyakit kanker dengan keteguhan hati yang sama seperti saat ia menghadapi bek lawan. Dunia sepak bola akhirnya berduka pada malam 18 Juni 2026. Di usia 58 tahun, sang raja gol mengembuskan napas terakhirnya.
Warisannya bukan hanya soal angka, melainkan tentang bagaimana seorang atlet mencintai klub dan kotanya tanpa syarat. Simak ulasan mendalam mengenai sejarah sepak bola dunia hanya di score.co.id untuk wawasan yang lebih tajam.