Perjalanan Panjang Karir Gerard Martin Sebelum di Barcelona
· sukro score.co.id
BARCELONA, score.co.id - Karir Gerard Martin sebelum di Barcelona ternyata ditempa lewat jalan terjal, jauh dari sorotan La Masia yang glamor. Sebelum menjadi andalan juru taktik Hansi Flick musim ini, bek kiri kidal ini mengasah kemampuannya di kerasnya kompetisi kasta bawah Spanyol, sebuah perjalanan yang bahkan membuat pelatihnya di Barça Atlètic, Rafa Márquez, terkesan.
Gerard Martín saat masih berseragam UE Cornellà, dikenal sebagai bek yang cepat dan sulit dilewati.
Lahir di Barcelona pada 26 Februari 2002, Martín justru memulai mimpinya dari akademi-akademi lokal yang lebih kecil. Ia tercatat menimba ilmu di EF Performance sebelum hijrah ke CE Sant Gabriel pada 2014. Empat tahun kemudian, di usia 16, ia mengambil langkah penting dengan bergabung ke tim U19 UE Cornellà, klub yang akan menjadi panggung pembuktiannya.
Berbeda dengan jebolan La Masia yang terbiasa dengan fasilitas elite, Martín harus berjuang di lingkungan yang lebih menantang. Namun, kerja kerasnya terbayar saat ia dipromosikan ke tim senior Cornellà pada musim 2020/21, tepat di tengah ketidakpastian akibat pandemi.
Menjadi Tulang Punggung Pertahanan UE Cornellà
Promosi ke tim utama bukanlah sekadar formalitas. Martín dengan cepat menjelma menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang Cornellà. Selama tiga musim, ia membukukan 57 penampilan liga plus dua laga Copa del Rey, sebuah bukti konsistensi yang luar biasa bagi pemain muda di kompetisi sekeras Segunda División B dan Primera Federación.
Salah satu momen yang paling mendefinisikan karirnya di Cornellà terjadi saat menjamu raksasa Barcelona di Copa del Rey. Ia diberi tugas mustahil: mematikan pergerakan juru gedor lincah, Ousmane Dembélé. Meski timnya kalah, penampilannya yang disiplin dan kecepatannya dalam duel jarak menengah menarik perhatian banyak pihak.
Momen ikonik Martín saat bersiap menghadapi Barcelona di Copa del Rey bersama Cornellà.
Direktur Olahraga UE Cornellà, Andres Manzano, memuji etos kerja sang pemain. Menurutnya, Martín adalah sosok yang selalu berkembang dan tidak pernah mengeluh.
“Dia selalu menjadi pemain yang sangat disiplin dalam segala hal yang kami instruksikan. Dia menonjol karena kecepatannya di jarak menengah. Saat kami bermain dengan garis pertahanan tinggi, dia adalah seorang korektor yang sangat baik. Awalnya, dia mungkin tidak memiliki semua kemampuan teknis yang dimiliki pemain lain, tapi dia berkembang setiap hari.”
Lompatan Besar ke Barça Atlètic
Puncak penampilannya terjadi pada musim 2022/23, di mana ia tampil sebanyak 36 kali di Primera Federación. Penampilan solidnya membuat beberapa klub Eropa melirik, namun hatinya sudah tertambat pada Blaugrana. Pada 19 Juli 2023, ia resmi meneken kontrak dua tahun untuk bergabung dengan Barça Atlètic.
Di bawah asuhan legenda klub, Rafa Márquez, Martín tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Ia langsung menjadi pemain kunci dan mencatatkan 41 penampilan impresif pada musim 2023/24. Perkembangannya yang pesat ini bahkan diliput secara mendalam oleh The Athletic, yang menyoroti perjalanannya sebagai bukti bahwa ada jalan lain menuju tim utama Barcelona selain melalui La Masia.
Disiplin tinggi sudah terlihat sejak sesi latihan Martín di Cornellà, fondasi sebelum direkrut Barcelona.
Debutnya di La Liga pada 17 Agustus 2024 melawan Valencia menjadi kulminasi dari sebuah perjalanan panjang. Fondasi yang ia bangun di lapangan-lapangan sederhana Catalonia kini menjadi modal berharga untuk bersinar di bawah komando Hansi Flick di Camp Nou.
Perjalanan dari lapangan basah kasta ketiga hingga gemerlapnya Camp Nou membuktikan kualitasnya. Bagaimana menurut Anda prospek sang bek di bawah asuhan Flick? Diskusikan analisis lengkap seputar karir gerard martin sebelum di barcelona hanya di kolom komentar score.co.id!