Kapten Timnas Swiss Siapa? Granit Xhaka Siap Pimpin Mimpi Besar Swiss di Piala Dunia 2026

SCORE.CO.ID - Pertanyaan Kapten timnas Swiss siapa? mungkin masih sering muncul di kalangan pecinta sepak bola. Jawabannya adalah Granit Xhaka, sosok gelandang tangguh yang telah menjadi jantung permainan sekaligus pemimpin di ruang ganti Swiss selama bertahun-tahun.Β  Menjelang Piala Dunia 2026, nama Xhaka kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena pengalamannya yang luar biasa, tetapi juga karena ambisinya untuk membawa Swiss mencatat sejarah baru di panggung sepak bola dunia.

Kapten Timnas Swiss Siapa?

Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi turnamen spesial bagi Xhaka.Β  Ini akan menjadi penampilan keempatnya setelah tampil pada edisi 2014, 2018, dan 2022.Β  Dengan 12 pertandingan di ajang Piala Dunia, Xhaka kini tercatat sebagai pemain Swiss dengan jumlah penampilan terbanyak di kompetisi tersebut. Kapten timnas Swiss siapa? Xhaka bukanlah sosok yang lahir dari kemewahan. Ia tumbuh di Swiss dari keluarga yang merantau dari bekas Yugoslavia demi mencari kehidupan yang lebih baik.Β  Dari seorang anak yang mulai menendang bola pada usia empat tahun, Xhaka berhasil menjelma menjadi kapten tim nasional yang dihormati. Sejak dipercaya mengenakan ban kapten pada 2019, peran Xhaka semakin vital bagi Swiss.Β  Pengalamannya bermain di level tertinggi membuatnya menjadi panutan bagi para pemain muda yang kini mulai mendominasi skuad asuhan Murat Yakin. Pada 2025, Xhaka sempat mengejutkan banyak pihak dengan meninggalkan Bayer Leverkusen dan bergabung dengan Sunderland yang baru promosi ke Premier League.Β  Keputusan tersebut menuai kritik, tetapi Xhaka membuktikan bahwa langkahnya tidak salah. Ia membantu Sunderland bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris dan bahkan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa.

Ambisi Besar Bersama Swiss di Piala Dunia 2026

Granit Xhaka Kapten Timnas Swiss
Granit Xhaka Kapten Timnas Swiss
Swiss datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal yang sangat menjanjikan. Mereka lolos sebagai juara grup tanpa terkalahkan, mencatat empat kemenangan dan dua hasil imbang.Β  Tim ini juga tampil impresif dengan mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali sepanjang fase kualifikasi. Xhaka melihat kombinasi pemain muda dan senior sebagai kekuatan utama Swiss saat ini. Menurutnya, skuad yang ada memiliki semangat, energi, dan kualitas untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Meski target realistis Swiss adalah lolos dari fase grup, Xhaka tidak menutupi bahwa dirinya memiliki mimpi yang jauh lebih besar.Β  Sang kapten ingin membawa negaranya meraih pencapaian terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Dengan pengalaman, mental juara, dan semangat yang masih menyala di usia 33 tahun, Granit Xhaka siap memimpin Swiss mengejar mimpi besar di Amerika Utara.Β