Sejarah Trofi: Kapan Terakhir Atletico Madrid Juara La Liga?
ยท sukro score.co.id
score.co.id - Pertanyaan kapan terakhir Atletico Madrid juara La Liga selalu membawa kita kembali pada memori dramatis lima musim silam. Di bawah komando sang arsitek, Diego Simeone, Los Rojiblancos mengukir salah satu kisah paling heroik dalam sejarah modern sepak bola Spanyol, dengan Wanda Metropolitano menjadi saksi bisu perjuangan mereka sepanjang musim.
Hingga April 2026, catatan sejarah tegas menyatakan bahwa gelar La Liga terakhir yang berhasil direngkuh oleh Atletico Madrid adalah pada musim kompetisi 2020/2021. Itu merupakan trofi liga ke-11 dalam sejarah klub, sebuah penantian selama tujuh tahun sejak kejayaan mereka di musim 2013/2014. Musim itu ditutup dengan perolehan 86 poin, sebuah angka yang cukup untuk menahan laju dua raksasa Spanyol, Real Madrid (84 poin) dan Barcelona (79 poin), dalam perburuan gelar yang menegangkan hingga pekan terakhir.
Kilas Balik Gelar ke-11: Drama Comeback Melawan Real Valladolid
Puncak dari musim yang penuh gejolak akibat pandemi itu terjadi pada 22 Mei 2021. Atletico bertandang ke markas Real Valladolid dengan satu misi: menang. Tekanan begitu terasa karena di saat yang bersamaan, Real Madrid juga sedang berjuang membalikkan keadaan melawan Villarreal. Skenario terburuk sempat menghantui para pendukung Colchoneros.
Tim tuan rumah, yang juga berjuang menghindari degradasi, berhasil mencuri gol lebih dulu melalui รscar Plano pada menit ke-47. Jantung para penggemar Atletico seolah berhenti berdetak. Namun, DNA pejuang yang ditanamkan Simeone tidak pernah luntur. Mereka merespons dengan ketenangan luar biasa. รngel Correa menjadi pemecah kebuntuan pada menit ke-67, menyamakan kedudukan dengan sebuah penyelesaian akhir yang cerdik.
Gol tersebut membakar kembali semangat tim. Puncaknya, pada menit ke-85, sebuah momen magis tercipta. Luis Suรกrez, pemain yang seolah 'dibuang' oleh Barcelona di awal musim, membuktikan kelasnya. Ia lolos dari jebakan offside, berlari kencang menuju gawang, dan dengan dingin menaklukkan kiper lawan melalui eksekusi penalti yang sempurna. Skor berbalik menjadi 2-1 dan bertahan hingga peluit panjang. Air mata kebahagiaan pun tumpah di lapangan Estadio Josรฉ Zorrilla.
Euforia para pemain Atletico Madrid setelah memastikan gelar La Liga musim 2020/21 di kandang Real Valladolid.
Resep Juara 'Cholismo': Pertahanan Baja dan Ketajaman Luis Suรกrez
Gelar musim 2020/21 bukan sekadar keberuntungan. Itu adalah buah dari filosofi 'Cholismo' yang diterapkan secara sempurna oleh Diego Simeone. Fondasi utama mereka adalah pertahanan yang tak tertembus. Dengan Jan Oblak di bawah mistar gawang, Atletico mencatatkan jumlah kebobolan paling sedikit dan clean sheet terbanyak di liga. Mereka hanya menelan tiga kekalahan sepanjang 38 pertandingan, sebuah bukti konsistensi yang luar biasa.
Secara taktis, Simeone sering menggunakan formasi fleksibel yang bisa berubah dari 4-4-2 menjadi 3-5-2 tergantung lawan. Kekompakan lini tengah yang digalang Koke dan soliditas trio bek tengah (saat menggunakan tiga bek) menjadi kunci. Namun, elemen pembeda musim itu adalah kehadiran Luis Suรกrez. Kedatangannya memberikan dimensi baru pada lini serang yang sebelumnya kerap kesulitan mengonversi peluang. 'El Pistolero' mengakhiri musim sebagai top scorer klub dengan 21 gol krusial, banyak di antaranya merupakan gol penentu kemenangan.
Ekspresi penuh gairah Diego 'El Cholo' Simeone menjadi ikon perjuangan Atletico Madrid.
Perjalanan Musim 2025/2026: Siapa yang di Pucuk LaLiga 2026?
Lompat ke masa kini, pertarungan di La Liga musim 2025/2026 berjalan tidak kalah sengit. Pertanyaan tentang siapa yang di pucuk LaLiga 2026 masih terbuka lebar, meskipun Atletico Madrid menghadapi jalan yang lebih terjal dibandingkan lima tahun lalu. Hingga awal April 2026, skuad asuhan Simeone tertahan di peringkat keempat klasemen, di belakang Barcelona, Real Madrid, dan tim kuda hitam Villarreal.
Performa mereka menunjukkan sinyal positif, seperti kemenangan telak 5-0 atas Real Betis pada awal Februari 2026. Namun, inkonsistensi masih menjadi masalah, terbukti dari hasil imbang tanpa gol melawan tim seperti Levante pada akhir Januari. Fokus utama mereka saat ini adalah mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, sebuah target minimalis bagi klub sekaliber Atletico.
Perjuangan Atletico musim ini juga dipengaruhi oleh badai cedera yang menimpa beberapa pemain kunci, terutama menjelang laga krusial melawan Barcelona pada 23 Maret lalu. Kabar baiknya, tidak ada laporan cedera signifikan baru dalam 24 jam terakhir yang bisa mengganggu persiapan tim lebih jauh.
Di luar lapangan, manajemen klub bergerak aktif. Direktur Olahraga dilaporkan berada di Italia untuk negosiasi transfer seorang gelandang senilai โฌ40 juta. Rumor yang beredar kencang per 31 Maret 2026 juga menyebutkan seorang bintang Chelsea dan bek Inter Milan masuk dalam daftar belanja musim panas. Langkah ini menyusul pergerakan mereka di bursa transfer musim dingin yang berhasil merampungkan kedatangan Obed Vargas, Ademola Lookman, dan Rodrigo Mendoza untuk menambah kedalaman skuad.
DNA Pantang Menyerah: Mentalitas yang Tak Pernah Padam
Meskipun sudah lima musim berlalu tanpa mengangkat trofi La Liga, semangat juang Atletico tidak pernah padam. Diego Simeone, dalam berbagai kesempatan, selalu menekankan pentingnya mentalitas. โKami selalu berjuang sampai peluit akhir, itu DNA Atletico,โ ujarnya, sebuah kutipan yang merefleksikan semangat comeback di tahun 2021 dan masih sangat relevan hingga hari ini.
Kekompakan tim dan semangat 'Cholismo' inilah yang membuat mereka tetap menjadi lawan yang ditakuti. Perjuangan mungkin lebih berat, tantangan lebih besar, tetapi ingatan akan kejayaan di musim 2020/21 menjadi bahan bakar bahwa tidak ada yang mustahil bagi Los Rojiblancos.
Untuk semua pembaruan terkini dan analisis mendalam tentang kapan terakhir Atletico Madrid juara La Liga dan peluang mereka musim ini, pastikan Anda hanya mengikuti score.co.id.