Kapan terakhir Al Nassr Juara Liga Arab? Cek Sejarah Trofi Klub Cristiano Ronaldo di Saudi Pro League

Terakhir Al Nassr Juara Liga Arab

score.co.id - Al Nassr saat ini sedang berdiri di persimpangan sejarah yang amat krusial. Klub raksasa Riyadh ini tengah memimpin klasemen Saudi Pro League musim 2025/26 dengan koleksi 58 poin dari 23 pertandingan, sebuah catatan yang membuat para pendukungnya mulai berani bermimpi lagi. Maklum saja, sudah tujuh tahun lamanya lemari piala mereka tidak kedatangan trofi liga domestik yang paling bergengsi ini. Terakhir kali Al Nassr merasakan manisnya gelar juara Liga Arab Saudi adalah pada musim 2018/19, sebuah masa di mana dunia bahkan belum mengenal pandemi dan Cristiano Ronaldo masih mengenakan seragam Juventus. Publik sering lupa bahwa Al Nassr bukanlah tim kemarin sore yang baru besar karena uang. Mereka adalah pemilik 10 gelar juara kasta tertinggi sepak bola Arab Saudi. Namun, angka "10" itu seolah membeku sejak tahun 2019. Kehadiran megabintang dunia, Cristiano Ronaldo, sejak Januari 2023 diharapkan menjadi katalisator instan untuk mengakhiri paceklik tersebut. Nyatanya, hingga memasuki akhir Februari 2026, trofi Saudi Pro League masih menjadi "hilal" yang sulit digapai oleh sang kapten asal Portugal itu.

Jejak Historis: 10 Gelar yang Membentuk Identitas Al Nassr

Melihat ke belakang, sejarah Al Nassr adalah sejarah tentang dominasi yang datang dalam gelombang. Mereka memulai kejayaan di awal era 70-an. Gelar pertama diraih pada musim 1973-74, disusul langsung oleh gelar kedua di musim berikutnya. Periode back-to-back perdana ini mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan baru yang menantang dominasi klub-klub tradisional lainnya. Mereka bukan sekadar partisipan; mereka adalah penantang takhta. Setelah itu, Al Nassr sempat mengalami masa naik turun sebelum kembali meledak di era 80-an dengan tambahan dua gelar lagi (1979-80 dan 1980-81). Namun, banyak pengamat sepak bola senior di Timur Tengah sepakat bahwa era 90-an adalah masa keemasan yang paling ikonik. Pada musim 1993-94 dan 1994-95, Al Nassr kembali mencatatkan juara berturut-turut. Permainan mereka kala itu dianggap sebagai standar emas sepak bola Arab, menggabungkan ketangguhan fisik dan teknik individu yang mumpuni. Kegelapan sempat menyelimuti klub ini selama hampir dua dekade. Bayangkan, butuh waktu 19 tahun bagi Al Nassr untuk kembali mengangkat trofi liga setelah gelar tahun 1995. Penantian panjang itu berakhir di musim 2013-14. Momentum tersebut berlanjut ke musim 2014-15, yang membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan sekadar kebetulan. Gelar ke-10, yang merupakan gelar terakhir hingga saat ini, diraih pada musim 2018-19 setelah persaingan sengit yang menguras emosi hingga pekan terakhir.
"Gelar juara bukan sekadar piala di lemari, tapi tentang bagaimana sebuah klub menjaga martabatnya di depan rival abadi. Al Nassr sedang bertarung melawan waktu dan ekspektasi besar."

Era Cristiano Ronaldo: Antara Gengsi dan Realitas Trofi

Mari bicara jujur. Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Mrsool Park (sekarang Al-Awwal Park) mengubah peta sepak bola dunia, bukan hanya Arab Saudi. Secara komersial, Al Nassr menang telak. Secara popularitas, mereka meledak. Namun, di lapangan hijau, ukuran kesuksesan seorang Ronaldo tetaplah trofi. Sejak mendarat pada awal 2023, Ronaldo telah memberikan segalanya: gol, assist, kepemimpinan, hingga pengaruh mentalitas pemenang. Satu pencapaian yang sering didebatkan namun tetap membanggakan adalah gelar Arab Club Champions Cup 2023. Pada Agustus 2023, Ronaldo menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol (brace) di partai final melawan rival bebuyutan, Al Hilal. Meski bermain dengan 10 orang, Al Nassr menang 2-1 melalui perpanjangan waktu. Ini adalah trofi pertama Ronaldo di tanah Arab. Banyak media internasional sempat meremehkan turnamen ini karena tidak masuk kalender resmi FIFA, namun bagi AFC dan klub-klub di wilayah Arab, ini adalah turnamen bergengsi yang melibatkan tim-tim terbaik dari Afrika Utara hingga Timur Tengah. Sayangnya, di kompetisi domestik utama, keberuntungan belum berpihak. Pada musim 2023/24 dan 2024/25, Al Nassr harus puas hanya menjadi penonton saat rival mereka berpesta. Mereka beberapa kali masuk ke final King's Cup dan Saudi Super Cup, namun selalu kandas di rintangan terakhir. Label "runner-up abadi" mulai menghantui, dan tekanan pada Ronaldo serta jajaran manajemen semakin meningkat setiap kali mereka gagal di laga-laga krusial.

Statistik Gelar Juara Liga Al Nassr Sepanjang Masa:

  • Gelar 1 & 2: 1973–74, 1974–75 (Era Awal)
  • Gelar 3 & 4: 1979–80, 1980–81 (Konsolidasi Kekuatan)
  • Gelar 5: 1988–89
  • Gelar 6 & 7: 1993–94, 1994–95 (Era Keemasan 90-an)
  • Gelar 8 & 9: 2013–14, 2014–15 (Kebangkitan Modern)
  • Gelar 10: 2018–19 (Gelar Terakhir)

Update Musim 2025/26: Apakah Tahun Ini "Patah Kering"?

Per 26 Februari 2026, angin segar berembus kencang di kamp Al Nassr. Mereka tidak hanya sekadar menang, tapi menghancurkan lawan. Kemenangan telak 5-0 atas Al Najma baru-baru ini menjadi bukti betapa mengerikannya lini serang mereka. Ronaldo, meski usianya sudah tidak muda lagi, tetap menjadi predator di kotak penalti. Golnya ke gawang Al Najma menambah pundi-pundi golnya musim ini, sekaligus menjaga moral tim tetap tinggi. Catatan 19 kemenangan dari 23 laga bukanlah angka sembarangan. Al Nassr saat ini sedang berada dalam tren positif dengan rentetan 9 hingga 10 kemenangan beruntun. Konsistensi inilah yang tidak mereka miliki di dua musim sebelumnya. Mereka unggul 2 poin dari Al Ahli yang membuntuti di posisi kedua, dan 3 poin dari sang juara bertahan Al Hilal. Jarak yang sangat tipis, namun secara psikologis, memimpin klasemen di fase liga seperti ini memberikan keuntungan besar. Masih ada 11 laga tersisa. Sebelas laga yang akan menentukan apakah Ronaldo akan mengangkat trofi liga pertamanya di luar Eropa, atau justru kembali menelan pil pahit. Jadwal ke depan memang menantang, namun dengan kedalaman skuad yang lebih seimbang musim ini, Al Nassr difavoritkan banyak pengamat untuk mengakhiri puasa gelar 7 tahun mereka. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan konyol di lini belakang atau ketergantungan berlebih pada satu individu.

Analisis Tajam: Mengapa Kali Ini Berbeda?

Ada beberapa alasan mengapa Al Nassr musim 2025/26 terlihat lebih "lapar" dan solid dibanding musim-musim sebelumnya. Pertama, adaptasi taktik. Pelatih mereka saat ini berhasil meramu sistem yang tidak hanya melayani Ronaldo, tetapi juga memaksimalkan talenta lokal dan pemain asing lainnya seperti Sadio Mane atau talenta baru yang didatangkan di bursa transfer terakhir. Al Nassr tidak lagi bisa ditebak hanya dengan mematikan pergerakan CR7. Kedua, faktor mental. Kegagalan beruntun di final King's Cup dan Super Cup sepertinya telah menempa mental para pemain. Mereka bermain dengan kemarahan yang terkendali. Setiap pertandingan diperlakukan seperti partai final. Ketiga, rivalitas yang semakin sengit justru memicu adrenalin mereka. Melihat Al Hilal mendominasi musim lalu memberikan luka yang hanya bisa disembuhkan dengan gelar juara musim ini. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga. Al Ahli dan Al Hilal bukanlah tim yang mudah menyerah. Satu kekalahan saja bisa mengubah peta persaingan. Fokus menjadi kunci. Ronaldo, sebagai pemimpin di ruang ganti, memegang peran sentral untuk memastikan rekan-rekannya tidak jemawa meski sedang berada di puncak performa. Sejarah mencatat bahwa banyak tim terpeleset justru saat mereka merasa sudah sangat dekat dengan garis finis.

Harapan Besar di Ujung Musim

Kesimpulannya, Al Nassr sedang berada di ambang sejarah besar. Gelar ke-11 sudah di depan mata, namun perjalanan 11 laga sisa adalah ujian sesungguhnya. Jika mereka berhasil menjaga konsistensi dan intensitas seperti saat menghajar Al Najma, maka tahun 2026 akan dikenang sebagai tahun di mana Cristiano Ronaldo akhirnya menaklukkan Liga Arab Saudi secara paripurna. Dahaga tujuh tahun itu sudah sangat menyiksa, dan kini saatnya bagi publik Riyadh untuk kembali berpesta di jalanan. Pantau terus berita terbaru, analisis pertandingan, dan update klasemen Saudi Pro League hanya di score.co.id. Kami akan terus mengawal perjalanan Al Nassr dan Cristiano Ronaldo menuju takhta juara.