Trofi Manchester United dan Liverpool
score.co.id -Β Persaingan Manchester United versus Liverpool bukan sekadar pertandingan sepakbola. Ini perang budaya, sejarah, dan gengsi yang menggetarkan jantung Inggris. Musim 2024/25 menorehkan babak paling dramatis dalam saga abadi ini. Di satu sisi, Liverpool meraih kejayaan bersejarah. Di sisi lain, Manchester United terpuruk dalam krisis terburuk era modern. Bagaimana neraca trofi kedua raksasa berubah? Simak analisis eksklusif dari score.co.id.Pergeseran Kekuatan: Liverpool Samakan Rekor 20 Gelar Liga
Era Baru, Tradisi Juara
Tanggal 27 April 2025 menjadi saksi kebangkitan Liverpool. Usai menghancurkan Tottenham Hotspur 5-1, The Reds resmi dinobatkan sebagai juara Liga Premier. Gelar ini istimewa: gelar liga ke-20 sepanjang sejarah mereka, menyamai rekor Manchester United yang bertahan puluhan tahun. Di bawah Arne Slot-penerus JΓΌrgen Klopp-Liverpool membuktikan transisi kepemimpinan bisa mulus jika fondasi klub kuat. Slot tak hanya mempertahankan mental pemenang warisan Klopp, tapi juga menambahkan sentuhan taktis fresh. Statistik berbicara: 85 poin, 78 gol, dan hanya 3 kekalahan sepanjang musim.
Bayangan di Balik Kejayaan
Meski sukses di liga, jalan Liverpool tak sepenuhnya mulus. Mereka tumbang di final Piala Liga dari Newcastle United, tersingkir di babak ke-4 Piala FA, dan gagal melaju jauh di Liga Champions (babak 16 besar). Namun, trofi Premier League adalah mahkota utama. Seperti dikatakan Slot dalam konferensi pers: "Gelar ini bukti karakter tak ternilai skuad ini. Kami menghormati sejarah, tapi kini kami membuat sejarah baru."Musim Kelam Manchester United: Runtuhnya Benteng Old Trafford
Catatan Memalukan di Liga Premier
Jika Liverpool sedang di puncak, Manchester United justru terperosok ke jurang terdalam. Musim 2024/25 adalah bencana statistik: finis di peringkat ke-15 (terendah sejak 1989/90), hanya mengumpulkan 42 poin (terburuk sejak musim degradasi 1973/74), dan kebobolan 61 gol. Performa kandang pun hancur: 7 kekalahan di Old Trafford-rekor negatif sepanjang sejarah klub. Kegagalan Beruntun di Semua LiniRuben Amorim-yang menggantikan Erik ten Hag di tengah musim-tak mampu menghentikan laju kehancuran. United gagal total di semua kompetisi:- Kalah 0-2 dari Manchester City di Community Shield
- Tersingkir di babak kelima Piala FA
- Gugur di perempat final Piala Liga
- Takluk 0-1 dari Tottenham di final Liga EuropaKonsekuensinya fatal: gagal lolos ke kompetisi Eropa pertama kali sejak 2013/14. Investasi INEOS dan reshuffle manajemen ternyata belum menjawab akar masalah: ketidakstabilan struktural.
Neraca Trofi: Liverpool Geser Dominasi United?
Perbandingan Trofi Utama (Per Akhir Musim 2024/25) Berikut rekap trofi resmi yang diakui FIFA/UEFA:| Kompetisi | Manchester United | Liverpool |
|---|---|---|
| Liga Utama Inggris | 20 | 20 |
| Piala FA | 13 | 8 |
| Piala Liga | 6 | 10 |
| Liga Champions UEFA | 3 | 6 |
| Liga Europa UEFA | 1 | 3 |
| Piala Dunia Antarklub | 1 | 1 |
| Total Trofi Utama | 44 | 48 |
- Domestik Seimbang, Eropa Jomplang Dengan 20 gelar liga masing-masing, keduanya kini setara sebagai raja Inggris. Tapi Liverpool unggul telak di Eropa: 6 Liga Champions vs 3 milik United.
- Piala FA vs Piala Liga United masih penguasa Piala FA (13 gelar), sementara Liverpool rajanya Piala Liga (10 trofi).
- Total Trofi: Liverpool Memimpin Dengan tambahan gelar Premier League musim ini, Liverpool kini unggul 48-44 dalam trofi utama. Ini pergeseran signifikan mengingat 5 tahun lalu United masih memimpin.
Apa Arti Pergeseran Ini bagi Masa Depan?
Baca Juga: Kandidat Favorit Ballon d'Or 2026 Versi Michel Platini Bikin Gempar: Bukan Diisi Nama-Nama Biasa
Liverpool: Momentum untuk Dinasti Baru
Kesuksesan Slot membuktikan Liverpool punya blueprint jitu: rekrutmen berbasis data, pengembangan pemain muda, dan stabilitas kepemimpinan. Dengan pemain seperti Mohamed Salah yang masih produktif di usia 33 dan bintang muda Harvey Elliott, mereka berpotensi mempertahankan dominasi.