Julukan PSIM Jogja: Tak Lepas dari Sejarah Budaya Tanah Mataram

SCORE.CO.ID - PSIM Jogja merupakan klub asal Yogyakarta yang sempat berkompetisi di Liga 2. Julukan PSIM Jogja tak terlepas dari budaya kental di tanah Mataram. Merunut ke belakang, klub ini merupakan salah satu pelopor sepak bola Indonesia sekaligus ikut serta mendirikan PSSI tahun 1930.

Julukan PSIM Jogja Sejarah Berdirinya PSIM Jogja

Tepat pada 5 September 1929, berdiri PSM atau Persatuan Sepakraga Mataram sebagai cikal bakal klub yang saat ini dikenal dengan nama PSIM. Nama Mataram disematkan dalam nama klub ini lantaran Yogyakarta merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram saat itu. Setahun setelahnya, PSM berubah nama menjadi PSIM dan merupakan bagian dari semangat pergerakan kebangsaan di era pra kemerdekaan. Klub sepak bola ini menjadi salah satu dari 7 pendiri PSSI. Pada kompetisi perserikatan, PSIM mencatat sejumlah prestasi gemilang, salah satunya sebagai juara pada tahun 1932 setelah mengalahkan VIJ Jakarta. Selain itu, PSIM juga menempati posisi runner up untuk kompetisi yang digelar pada 1931, 1939, dan 1940.Β  Mandala Krida merupakan markas setia PSIM yang terletak di Yogyakarta. Stadion ini mampu menampung 25.000 penonton setelah direnovasi pada 2013 lalu.Β 

Penantian 18 Tahun Kembali ke Kasta Tertinggi Sepak Bola Indonesia

Jop van der Avert Pemain PSIM Jogja
Jop van der Avert Pemain PSIM Jogja
Laskar Mataram, julukan PSIM Jogja menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara Liga 2 musim 2025.Β  Kepastian itu didapat setelah Laskar Mataram menaklukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada partai final yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Rabu 26 Februari 2025.Β  Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi pencapaian PSIM yang sebelumnya telah memastikan tiket promosi ke Liga 1. Keberhasilan musim ini menjadi momen bersejarah karena mengulang catatan manis dua dekade lalu.Β  Pada 2005, PSIM juga sukses menjadi juara Divisi I dan promosi ke level tertinggi sepak bola nasional yang saat itu bernama Divisi Utama. Kala itu, PSIM mengangkat trofi setelah mengalahkan Persiwa Wamena 2-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Namun, kiprah mereka di kasta teratas hanya bertahan selama tiga musim. Terakhir kali PSIM tampil di liga tertinggi Indonesia terjadi pada 2007. Musim tersebut menjadi penampilan pamungkas mereka di Divisi Utama sebelum kompetisi berubah format dengan hadirnya Indonesia Super League (ISL) pada 2008.Β  PSIM gagal menembus ISL karena hanya finis di peringkat kesembilan wilayah, sehingga harus berkompetisi di Divisi Utama yang statusnya turun menjadi kasta kedua. Kini, setelah menunggu cukup lama, PSIM kembali ke Liga 1 dengan status juara Liga 2 2025. Pelatih Erwan Hendarwanto menegaskan bahwa gelar juara adalah bonus.