SCORE.CO.ID β Siapa saja yang masuk juara terbanyak Uber Cup sepanjang sejarah? Uber Cup menjadi salah satu turnamen beregu putri paling bergengsi dalam dunia bulutangkis internasional.
Ajang ini pertama kali digelar pada 1957 dan terus melahirkan negara-negara kuat hingga sekarang. Turnamen tersebut dinamai dari legenda bulutangkis Inggris, Betty Uber, yang menggagas kompetisi beregu putri dunia.
Sejak pertama digelar, Uber Cup selalu menghadirkan persaingan sengit antara negara-negara elite Asia dan Eropa. Hingga edisi 2026, China masih menjadi negara dengan koleksi gelar Uber Cup terbanyak sepanjang sejarah. Dominasi Negeri Tirai Bambu bahkan masih sulit dikejar negara lain sampai sekarang.
China Jadi Penguasa Uber Cup
China mulai menunjukkan dominasinya sejak era 1980-an dalam persaingan bulutangkis putri dunia internasional. Sampai tahun 2026, China telah mengoleksi 16 gelar juara Uber Cup sepanjang sejarah.
Gelar pertama China diraih pada edisi 1984 setelah mengalahkan Inggris pada pertandingan final. Setelah itu, mereka terus mendominasi lewat deretan pemain legendaris dunia yang dimilikinya.
Nama besar seperti Li Lingwei, Ye Zhaoying, Zhang Ning, hingga Chen Yufei pernah membawa China berjaya. Regenerasi pemain yang stabil membuat kekuatan mereka tetap terjaga hingga sekarang.
Pada Uber Cup 2024 lalu, China kembali keluar sebagai juara usai mengalahkan Indonesia di final. Gelar tersebut semakin mempertegas status China sebagai ratu bulutangkis beregu putri dunia.
Jepang dan Indonesia Pernah Berjaya
Di bawah China, Jepang menjadi negara kedua dengan koleksi gelar Uber Cup terbanyak sepanjang sejarah. Tim Negeri Sakura telah meraih enam gelar juara sejak pertama kali menang pada 1966.
Jepang dikenal memiliki tradisi kuat dalam sektor tunggal dan ganda putri selama beberapa dekade terakhir. Mereka kembali bangkit pada era modern setelah menjadi juara Uber Cup 2018.
Sementara itu, Indonesia juga pernah mencatat sejarah penting dalam turnamen bergengsi tersebut. Tim Merah Putih berhasil meraih tiga gelar Uber Cup sepanjang sejarah kompetisi dunia.
Indonesia pertama kali menjadi juara pada edisi 1975 setelah mengalahkan Jepang di final. Gelar berikutnya datang pada tahun 1994 dan 1996 ketika era kejayaan bulutangkis Indonesia.
Nama-nama seperti Susi Susanti, Mia Audina, hingga Minarti Timur menjadi bagian penting sejarah bulutangkis Indonesia.
Korea Selatan dan Amerika Pernah Mengejutkan
Korea Selatan juga termasuk negara yang cukup sukses dalam sejarah Uber Cup hingga edisi 2026. Negeri Ginseng tersebut berhasil mengoleksi dua gelar juara sepanjang sejarah turnamen.
Gelar pertama Korea Selatan diraih pada 2010 setelah mengalahkan China di partai final dengan aksi yang cukup dramatis. Mereka kembali menjadi juara pada tahun 2022 lewat generasi baru pemain muda berbakat.
Selain negara Asia, Amerika Serikat juga pernah mencatat sejarah menarik pada era awal Uber Cup. Tim putri Amerika berhasil meraih juara tiga kali ketika kompetisi masih didominasi negara Barat.
Namun, sejak era 1980-an, dominasi Uber Cup perlahan berpindah menuju negara-negara Asia secara konsisten. China, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia kini menjadi kekuatan utama dalam persaingan beregu putri dunia.
Dengan perkembangan bulutangkis modern yang semakin ketat, perebutan gelar Uber Cup diprediksi makin menarik beberapa tahun mendatang. Banyak negara mulai membangun regenerasi demi mematahkan dominasi panjang China.***