Juara FA Cup terbanyak Sepanjang Masa: Daftar Lengkap Klub Penguasa Tertua di Dunia

LONDON, score.co.id - Arsenal masih boleh membusungkan dada di puncak singgasana, tapi napas Manchester United sudah terasa di tengkuk mereka. Kompetisi sepak bola tertua di planet bumi ini baru saja melewati babak baru yang gila. Setelah 154 tahun bergulir sejak musim 1871-1872, FA Cup membuktikan satu hal: sejarah besar tidak hanya milik mereka yang bergelimang uang, tapi juga milik mereka yang punya nyali di bawah sorot lampu Wembley. Update terbaru per 28 Februari 2026 menunjukkan peta kekuatan yang mulai bergeser. Arsenal memang masih memegang rekor dengan 14 trofi, namun Manchester United yang baru saja mengangkat piala di tahun 2024 kini hanya terpaut satu angka. Gengsi London utara sedang dipertaruhkan. Apakah Meriam London akan tetap jadi penguasa tunggal, atau Setan Merah bakal menyamai rekor itu dalam waktu dekat? Publik sepak bola Inggris sedang menahan napas menunggu jawabannya. Jangan lupakan kejutan paling "pecah" dalam satu abad terakhir. Crystal Palace baru saja mengukir tinta emas tahun lalu. Tim yang sering dianggap pelengkap jadwal ini tiba-tiba meledak dan menjadi klub ke-45 yang mencicipi trofi bergengsi ini. Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini soal keringat, air mata, dan magis yang hanya dimiliki oleh Emirates FA Cup.

Daftar Penguasa FA Cup Sepanjang Masa: Dominasi "Big Six" dan Warisan Legendaris

Bicara soal FA Cup adalah bicara soal tradisi. Hingga detik ini, 45 klub berbeda sudah pernah mengangkat trofi perak ikonik tersebut. Namun, jika kita melihat papan atas daftar juara, dominasi klub-klub raksasa masih sulit digoyahkan. Berikut adalah daftar lengkap klub dengan koleksi gelar terbanyak hingga Februari 2026:
  • Arsenal: 14 Gelar (Terakhir 2020)
  • Manchester United: 13 Gelar (Terakhir 2024)
  • Chelsea: 8 Gelar
  • Liverpool: 8 Gelar (Terakhir 2022)
  • Tottenham Hotspur: 8 Gelar
  • Manchester City: 7 Gelar (Terakhir 2023)
  • Aston Villa: 7 Gelar
  • Newcastle United: 6 Gelar
  • Blackburn Rovers: 6 Gelar
  • Everton: 5 Gelar
  • West Bromwich Albion: 5 Gelar
  • Wanderers: 5 Gelar (Klub sejarah yang kini sudah non-aktif)
Arsenal dan Manchester United bukan cuma urusan trofi. Keduanya juga memegang rekor penampilan final terbanyak, masing-masing 21 dan 22 kali. Artinya, hampir di setiap generasi, dua raksasa ini selalu punya cara untuk sampai ke partai puncak. Tapi lihatlah Manchester City. Meski "baru" punya 7 gelar, akselerasi mereka di bawah asuhan Pep Guardiola beberapa tahun terakhir sempat membuat tim lain gemetar. Untungnya, hegemoni City berhasil dipatahkan secara dramatis baru-baru ini.

Dongeng Crystal Palace 2025: Saat Wembley Menangis Haru

Siapa yang menyangka? Tahun 2025 akan selalu dikenang sebagai tahunnya The Eagles. Crystal Palace, klub yang selama 153 tahun sejarahnya hanya bisa bermimpi, akhirnya pecah telur. Final di Wembley tahun lalu adalah bukti sahih bahwa uang bukan segalanya di FA Cup. Menghadapi Manchester City yang bertabur bintang, Palace main dengan hati yang membara. Gol tunggal Eberechi Eze lewat tendangan bebas melengkung di menit ke-78 meruntuhkan dominasi City. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang. Ribuan pendukung Palace berbaju merah-biru tumpah ruah ke lapangan. Mereka bukan cuma merayakan gelar; mereka merayakan berakhirnya penantian satu setengah abad! Palace resmi masuk ke buku sejarah sebagai klub ke-45 yang pernah menjuarai turnamen ini. Sayangnya, magis itu tidak bertahan lama di musim 2025/2026. Sebagai juara bertahan, Palace justru harus tersingkir lebih awal di babak-babak awal musim ini. Fakta ini menegaskan betapa kejamnya sistem knockout. Tidak ada jaminan bagi sang juara untuk bisa santai di musim berikutnya. Per 28 Februari 2026 ini, kita bersiap menyambut babak kelima yang akan digelar Maret mendatang. Siapa kuda hitam berikutnya? Belum ada yang tahu pasti.

Arsène Wenger: Sang Arsitek Paling Sukses di Tanah Inggris

Kita tidak bisa membahas rekor Arsenal tanpa menyebut satu nama: Arsène Wenger. Pria asal Prancis ini bukan cuma manajer, dia adalah "Profesor" yang mengubah wajah FA Cup bagi The Gunners. Dengan 7 gelar juara di tangannya, Wenger memegang rekor sebagai manajer tersukses sepanjang sejarah kompetisi ini. Dia punya cara unik untuk membuat kompetisi ini terasa seperti rumah bagi Arsenal. Wenger paham betul psikologi turnamen satu laga ini. Dia sering mengistirahatkan pemain di liga, tapi saat FA Cup memanggil, dia menurunkan skuad yang siap mati di lapangan. Itulah alasan mengapa Arsenal bisa begitu dominan di era 2000-an hingga 2010-an. Warisan Wenger inilah yang sekarang coba dijaga oleh Mikel Arteta, meski tantangannya sekarang jauh lebih berat dengan bangkitnya kekuatan uang dari Manchester dan Newcastle. Mampukah manajer modern menyamai rekor 7 gelar Wenger? Rasanya sulit. Di era sepak bola yang sangat padat jadwal seperti sekarang, konsistensi di turnamen cup seringkali dikorbankan demi Liga Inggris atau Liga Champions. Namun, bagi fans Arsenal, nama Wenger akan selalu abadi setiap kali mereka melintasi lorong menuju tribun Wembley.

Jejak Sejarah: Dari Wanderers Hingga Kejutan Non-League Spurs

FA Cup bukan cuma soal tim-tim yang kita tonton di televisi hari ini. Ada nama-nama legendaris yang kini mungkin sudah terlupakan oleh generasi TikTok. Sebut saja Wanderers. Mereka adalah penguasa awal FA Cup dengan 5 gelar. Uniknya, mereka sempat mencatatkan rekor 3 gelar berturut-turut, sebuah prestasi yang hanya bisa disamai oleh Blackburn Rovers di era 1880-an. Lalu ada cerita gila dari Tottenham Hotspur pada tahun 1901. Sampai hari ini, Spurs tetap menjadi satu-satunya tim non-league (di luar liga profesional utama saat itu) yang berhasil mengangkat trofi FA Cup. Bayangkan sebuah tim antah berantah mengalahkan raksasa-raksasa Inggris. Atmosfer itulah yang terus dijaga oleh FA Cup hingga sekarang. Setiap kali tim divisi bawah bertemu tim Premier League, aroma "Giant Killing" selalu tercium tajam di udara. Aston Villa juga punya tempat spesial. Dengan 7 gelar yang sebagian besar diraih di era 1800-an, Villa adalah pengingat bahwa mereka pernah menjadi kekuatan paling menakutkan di dunia. Sejarah panjang ini membuat setiap inci rumput Wembley punya cerita. Bukan sekadar lapangan bola, tapi saksi bisu runtuhnya dinasti dan lahirnya pahlawan baru.

Analisis Tajam: Mengapa FA Cup Tetap Jadi "Holy Grail" Sepak Bola Inggris?

Banyak pengamat sok tahu bilang kalau FA Cup sudah kehilangan pamornya. Mereka salah besar. Lihat saja bagaimana Manchester United merayakan gelar 2024 atau bagaimana tangisan pemain Palace di 2025. Bagi pemain lokal Inggris, memenangkan FA Cup adalah puncak karier yang setara dengan menjuarai liga. Ada prestise yang tidak bisa dibeli dengan uang di sini. Kenapa FA Cup tetap nendang? Pertama, format single match knockout. Tidak ada kesempatan kedua. Salah strategi sedikit, pulang. Kedua, faktor penonton. Atmosfer di babak-babak awal saat tim besar harus bertandang ke stadion kecil di pelosok Inggris selalu memberikan tekanan mental yang luar biasa. Di sana, tidak ada VAR yang bisa menyelamatkan harga diri tim besar jika mereka main malas-malasan. Ketiga, ini soal akses. FA Cup memberikan mimpi bagi semua orang. Dari tim amatir yang pemainnya bekerja sebagai tukang ledeng di siang hari, sampai bintang dunia yang digaji miliaran rupiah per minggu. Semua punya peluang yang sama saat peluit kick-off dibunyikan. Inilah esensi sepak bola yang sebenarnya, yang seringkali hilang di kompetisi liga yang terlalu teratur dan mudah ditebak.

Statistik Menarik dan Fakta Unik yang Perlu Kamu Tahu

Untuk kamu yang suka adu data di tongkrongan, berikut beberapa poin penting yang bisa bikin kamu terlihat seperti ahli bola:
  • Final Terbanyak: Manchester United memegang rekor dengan 22 kali tampil di partai puncak. Mentalitas finalis mereka memang tidak perlu diragukan.
  • Tim Paling Sering Sial: Leicester City sempat memegang rekor tim yang paling sering masuk final tapi gagal juara, sebelum akhirnya mereka memecah kutukan itu di tahun 2021.
  • Pencetak Gol Terbanyak di Final: Nama-nama seperti Ian Rush masih menjadi momok menakutkan jika bicara soal produktivitas di Wembley.
  • Klub Non-Aktif: Selain Wanderers, ada banyak klub era Victoria yang punya gelar tapi sekarang sudah bubar atau bergabung dengan klub lain. Ini menunjukkan betapa tuanya kompetisi ini.
Data per 28 Februari 2026 ini menunjukkan bahwa persaingan di papan atas daftar juara sangatlah ketat. Jarak antara Arsenal (14) dan Manchester United (13) adalah jarak yang sangat tipis. Satu musim yang bagus bagi MU, dan sejarah akan berubah selamanya. Sementara itu, Liverpool dan Chelsea yang sama-sama mengoleksi 8 gelar juga terus mengintai, siap menyalip siapa pun yang lengah.

Menanti Kejutan di Mei 2026: Siapa Berikutnya?

Sekarang kita berada di penghujung Februari 2026. Babak kelima sudah di depan mata. Tim-tim besar masih bertahan, tapi beberapa kuda hitam dari divisi Championship mulai menunjukkan taringnya. Apakah kita akan melihat kejutan seperti Crystal Palace lagi? Ataukah trofi akan kembali ke tangan para penguasa lama seperti Arsenal atau Manchester United? Satu yang pasti, Wembley sudah bersiap. Rumputnya akan kembali menjadi saksi drama 90 menit (atau mungkin 120 menit plus adu penalti) yang akan menentukan siapa yang layak disebut penguasa Inggris. FA Cup bukan cuma soal trofi di lemari pajangan; ini soal kebanggaan yang dibawa sampai mati. Setiap tekel, setiap penyelamatan kiper, dan setiap gol di menit berdarah adalah bagian dari alasan mengapa kita semua mencintai olahraga ini. Jangan sampai kelewatan update setiap babaknya. Sejarah sedang ditulis ulang setiap musim, dan kita adalah saksinya. Siapkan jersey kebanggaanmu, karena bulan Maret ini tensi sepak bola Inggris akan naik drastis seiring bergulirnya babak kelima FA Cup 2025/2026.

Kesimpulan: Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu

Arsenal mungkin masih raja, tapi tahta mereka tidak pernah benar-benar aman. Manchester United sedang mengasah taring, sementara tim seperti Crystal Palace membuktikan bahwa setiap anjing punya harinya. FA Cup tetap menjadi kompetisi yang paling sulit diprediksi dan paling emosional di dunia. Dari Wanderers di tahun 1872 sampai pahlawan baru di 2026, semangatnya tetap sama: The Magic of the Cup. Pantau terus update terbaru, hasil pertandingan, dan analisis mendalam seputar FA Cup hanya di score.co.id. Jangan jadi penonton yang ketinggalan info!