Indonesia Dihantui 2 Kutukan Ini Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

SCORE.CO.ID - Jelang turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 pada 11 September mendatang. John Herdman sebagai pelatih baru Garuda sepertinya wajib belajar atas kegagalannya di Piala AFF lalu.Β  Pasalnya bukan karena komposisi skuad Garuda yang sekarang sudah lebih baik daripada era Shin Tae-Yong, melainkan penurunan drastis ketika ditinggal pelatih asal Korea Selatan itu. Jika dibilang mistik, sebelum memasuki turnamen besar versi FIFA ini, kita belajar bahwa: Mulai dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, Asian Games 2026 dimana skuad Garuda terhenti di fase grup, hingga kegagalan di Piala AFF lalu.

Padahal Bisa Dibilang Kali Ini, Timnas Garuda Diisi Skuad Mewah

Perbedaan terasa di era Shin Tae-Yong dan John Herdman kali ini. Suntikan tenaga baru mengisi Skuad Garuda dengan nama-nama pemain abroad seperti: Mitch Baker, Luke Vickery, Geypens, Tristan Gooijer hingga gelandang dar klub junior FB Stutgart. Sementara era STY, Garuda hanya mengandalkan: Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen hingga Ole Romeny sebagai ujung tombak.

Main Dikandang, Indonesia Dihantui 2 Kutukan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Dalam 8 laga bersama John Herdman sejak Maret lalu hingga Piala AFF 2026, timnas Garuda mencetak 17 gol. Kebobolan 6 gol. Artinya, persentase plus-nya masih di atas 55%. Di turnamen yang dibuat FIFA, Indonesia juga perlu mewaspadai kutukan mistik yang bisa saja membuat Garuda justru dipermalukan lagi apalagi nanti main di kandang sendiri. FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pertaruhan terakhir Herdman bersama timnas Garuda. Jika Herdman berhasil menjadi juara di turnamen itu mungkin kontrak kerja formal Herdman bersama PSSI akan terus berjalan mulus hingga akhir. Tapi sepertinya itu diprediksi gagal, karena:
  1. Susah Cetak Gol

Sepertinya gaya permainan John Herdman mengandalkan build organisasi tim dengan menerapkan pressing dan tempo permainan yang tinggi. Padahal seharusnya gaya permainan yang cocok untuk Garuda adalah teknik serangan balik dan intensitas pola penyerangan cepat. Sayangnya di Era Herdman ini penyerang Garuda susah mencetak gol, bahkan hanya bisa mencetak gol melawan Kamboja atau Timor Leste. Memang benar jika melihat sejarahnya bahwa John Herdman lebih cocok sebagai "penasihat teknik sepakbola", ketimbang "sebagai juru taktik alias pelatih". Peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar John Herdman jelang turnamen FIFA ASEA Cup ini.
  1. Terakhir, Membangun Chemistry yang Sulit

Memang wajib membutuhkan waktu agar bisa membangun chemistry yang kuat antar pemain. Apalagi John Herdman baru melatih dalam hitungan bulan. Karena jadwal FIFA yang singkat, Herdman beberapa kali mengakui tantangan terbesar adalah menyatukan pemain dalam waktu terbatas.Β  Hal ini membuat implementasi ide latihan belum selalu terlihat sempurna di pertandingan.
Tanggapan John Herdman mengenai kutukan yang dialami Timnas Indonesia
Cuplikan John Herdman saat kesal anak asuhnya susah cetak gol