Igor Tudor Dipecat: Spurs Berpacu Lawan Waktu Hindari Degradasi

SCORE.CO.ID - Situasi di tubuh Tottenham Hotspur makin panas dan penuh tekanan. Setelah serangkaian hasil buruk, manajemen akhirnya mengambil keputusan tegas, Igor Tudor dipecat. Langkah ini sebenarnya sudah diprediksi banyak pihak, tapi tetap saja jadi sinyal bahwa kondisi Spurs benar-benar sedang genting. Saat ini, klub asal London itu terdampar di peringkat ke-17 klasemen Premier League dengan koleksi 30 poin. Mereka hanya unggul satu angka dari zona degradasi, membuat setiap pertandingan sisa terasa seperti final yang wajib dimenangkan.

Performa Buruk Jadi Pemicu, Igor Tudor Dipecat

Keputusan Igor Tudor dipecat bukan tanpa alasan. Dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi, ia hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sisanya, Lima kekalahan yang makin memperburuk posisi tim. Bahkan dalam laga terakhir, Spurs dipermalukan 0-3 di kandang sendiri oleh Nottingham Forest. Kekalahan itu terasa seperti titik puncak kesabaran manajemen.Β  Banyak yang menilai, jika pergantian pelatih dilakukan lebih cepat, mungkin situasi klasemen tidak akan seburuk sekarang. Tottenham berencana menunjuk pelatih baru dalam waktu dekat, bahkan sebelum para pemain kembali dari jeda internasional. Sementara itu, Bruno Saltor akan menangani sesi latihan untuk sementara waktu. Menariknya, pelatih baru nantinya akan punya waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan tim sebelum liga kembali bergulir. Namun, tantangan yang menanti tidaklah ringan.Β  Spurs hanya memiliki tujuh laga tersisa untuk menyelamatkan diri dari degradasi, sebuah misi yang jelas tidak mudah.

Bursa Pelatih Memanas, De Zerbi hingga Redknapp Muncul

Roberto De Zerbi Calon Pengganti Igor Tudor
Roberto De Zerbi Calon Pengganti Igor Tudor
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi panas di Tottenham. Salah satu kandidat kuat adalah Roberto De Zerbi, yang dikenal dengan gaya bermain atraktifnya saat melatih Brighton dan Marseille.Β  Namun, kabarnya De Zerbi masih ragu untuk mengambil alih tim dalam kondisi sulit seperti sekarang, setidaknya sebelum musim berakhir. Opsi lain yang mencuat adalah sosok senior Harry Redknapp. Nama ini tentu tidak asing bagi fans Spurs.Β  Meski punya pengalaman segudang, usia yang sudah menginjak 79 tahun membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah ia masih mampu menangani tekanan sebesar ini. Di sisi lain, manajemen juga mempertimbangkan opsi pelatih interim. Namun, langkah ini berisiko memicu ketidakpuasan fans, apalagi situasi tim sedang dalam kondisi kritis. Yang jelas, siapa pun yang datang nanti harus langsung tancap gas. Jadwal sisa musim tidak bersahabat, dengan lawan-lawan berat seperti Chelsea, Aston Villa, hingga Everton sudah menanti di depan mata. Kini, Tottenham benar-benar berada di persimpangan jalan. Salah langkah sedikit saja, mimpi buruk degradasi bisa jadi kenyataan.