Gelandang Legenda Bayern Munchen Sentil Kompany: Imbang Lawan PSG Sudah Cukup
Β· sukro score.co.id
score.co.id - Gelandang Legenda Bayern Munchen, Lothar Matthaus, melontarkan sentilan pedas yang ditujukan kepada juru taktik Vincent Kompany pasca kegagalan Die Roten melaju ke final Liga Champions pekan ini. Matthaus menilai, dengan dominasi yang ditunjukkan, hasil imbang melawan PSG seharusnya sudah cukup bagi Bayern.
Lothar Matthaus saat menjadi pundit di studio Sky Sport Jerman, menganalisis taktik Vincent Kompany.
Kritik tajam ini mengemuka setelah Bayern Munich tersingkir secara dramatis oleh Paris Saint-Germain di babak semifinal Liga Champions 2026. Kalah 4-5 pada leg pertama di Paris, tim asuhan Kompany hanya mampu bermain imbang 1-1 di Allianz Arena, membuat agregat akhir menjadi 5-6 untuk keunggulan raksasa Prancis tersebut.
Dalam wawancaranya dengan Sky Deutschland, Matthaus menyoroti keunggulan fisik Bayern, terutama di leg pertama. Ia mengklaim PSG sudah kepayahan di fase akhir pertandingan.
βSaya melihat Bayern sangat dominan, terutama di 20 hingga 25 menit terakhir... mereka juga lebih kuat secara fisik daripada PSG, yang bertahan dengan napas tersengal-sengal,β ujar Matthaus.
Analisis Matthaus 7-7 dan Drama di Paris
Menurut pemenang Ballon d'Or 1990 itu, pertahanan PSG tidak cukup solid untuk menahan gempuran Bayern selama 90 menit penuh di Munich. Kelemahan inilah yang menurutnya gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh skuad Kompany.
βSaya hampir yakin: PSG tidak akan mampu mempertahankan kecepatan ini di Allianz Arena selama 90βatau bahkan 120βmenit. Pertahanan mereka tidak begitu kokoh; tenaga mereka sudah terkuras habis menjelang akhir laga,β tambahnya.
Puncak analisisnya yang menjadi viral adalah ketika ia menggambarkan betapa terbukanya laga leg pertama. Saking gilanya jual beli serangan, skor ekstrem pun sangat mungkin terjadi. Pandangan ini dianggap sebagai sindiran bahwa kekalahan seharusnya bisa dihindari.
Bahkan hasil imbang 7-7 pun mungkin terjadi. Sungguh sebuah hiburan yang luar biasa!
Pernyataan ini, yang juga ia tuliskan dalam kolomnya untuk Kicker, menjadi dasar dari βanalisis Matthaus 7-7β yang ramai diperbincangkan. Intinya, dalam laga sekacau itu, Bayern seharusnya tidak pulang dengan tangan hampa dari Paris.
Momen sengit perebutan bola antara Joshua Kimmich dan Marquinhos di leg pertama semifinal Liga Champions.
Kritik tidak berhenti di situ. Matthaus juga mempertanyakan kebijakan rotasi pemain Bayern yang diterapkan Kompany. Setelah laga super intens di Paris, Bayern ditahan imbang 2-2 oleh Union Berlin di Bundesliga. Matthaus menyoroti minimnya perubahan yang dilakukan sang manajer.
βSaya terkejut hanya ada satu perubahan di starting lineup setelah laga intens di Paris β dan Anda bisa melihat dampaknya di pertandingan,β sentilnya, merujuk pada masuknya Leon Goretzka menggantikan Aleksandar Pavlovic.
Vincent Kompany sempat membela diri. Menurutnya, jika dibandingkan dengan laga Bundesliga sebelumnya, ia telah melakukan tujuh perubahan, termasuk mengistirahatkan juru gedor utama Harry Kane. βMereka adalah pemain yang terbiasa bermain tiga kali seminggu,β balas Kompany.
Namun, pembelaan itu kini terasa hampa. Kegagalan di leg kedua, di mana Bayern menguasai bola hingga 66% namun hanya mampu mencetak satu gol telat, membuat kritik Lothar Matthaus soal manajemen skuad dan taktik kembali relevan.
Ekspresi kecewa Vincent Kompany di pinggir lapangan Allianz Arena usai dipastikan tersingkir oleh PSG.
Kini, tekanan berada di pundak Kompany untuk membuktikan bahwa ia bisa membawa Die Roten kembali ke level tertinggi Eropa musim depan. Terus ikuti perkembangan terbaru seputar analisis tajam dari para Gelandang Legenda Bayern Munchen dan berita eksklusif lainnya hanya di score.co.id.