Gaji Layvin Kurzawa di Persib Ternyata Lebih Kecil dari Thom Haye, Benarkah?

SCORE.CO.ID - Mantan bintang PSG, Layvin Kurzawa tiba di Persib sejak akhir Januari 2026 lalu. Pembelian bek kelas Eropa ini dinilai jadi beban gaji untuk Pangeran Biru.

Gaji Layvin Kurzawa di Persib Justru Disebut Buang Duit

Gaji Layvin Kurzawa di Persib mendapatkan bayaran sekitar 980 juta perbulannya. Jika nilai Transfermarkt sendiri nilai pasarnya adalah Rp13,04 miliar per musim. Gaji itu sangat menurun drastis selama ia menjadi pesepakbola profesional. Ketika membela PSG dari 2015 sampai 2022 atau selama tujuh musim, Kurzawa mendapatkan bayaran sebesar Rp399.78 miliar selama satu tahun. Jumlah tersebut karena ia hanya membela Persib selama enam bulan saja. Gaji Kurzawa juga lebih rendah dari Thom Haye di Persib. Thom Haye dilaporkan mendapatkan bayaran Rp17 miliar per musim yang membuatnya menjadi pemain termahal di sepak bola Indonesia.Β  JurnalisT melihat pembelian bek ini disebut membuang uang untuk Pangeran Biru. "Lihat bagaimana dia absen lama hingga beberapa musim, klub Eropa lain tidak ada yang meliriknya. Dia rentan cedera, bahkan kecepatan larinya sebagai bek sayap juga sudah berkurang di usianya menginjak 34 tahun pada September mendatang", tulis JurnalisT. Kurzawa dianggap sebagai investasi bodong karena kondisi fisiknya yang ringkih dan dihantui riwayat cedera kronis.Β 
Gaji Layvin Kurzawa di Persib ternyata tak sebanding dengan fisiknya yang rentan cedera
Gaji Layvin Kurzawa di Persib ternyata tak sebanding dengan fisiknya yang rentan cedera
Persib dinilai ceroboh mendatangkan pemain yang hanya bisa duduk manis di bangku cadangan dengan gaji selangit.Β  Publik meragukan apakah eks pemain PSG ini benar-benar senjata rahasia atau justru sampah transfer yang hanya mempersempit ruang pemain lokal potensial.

Adaptasi dengan Iklim Jadi Kesulitan Bermain

Kekurangan lainnya yang akan diterima Persib merekrut Kurzawa adalah tempo permainannya agak lambat disertai dengan perubahan iklim ( cuaca ) di Indonesia yang membuatnya sulit beradaptasi. Tuntutan fisik untuk bermain di Liga Indonesia juga mempengaruhi sang pemain untuk tampil prima. Faktor inkonsistensi performa di klub terakhirnya yaitu Boavista yang hanya dimainkan 1 kali juga seharusnya menjadi acuan, apakah performa buruk itu berlanjut di Bandung? Sekarang jika Persib ingin melihat bagusnya permainan bek kelas Eropa ini, maka cobalah memainkannya full dalam 90 menit terakhir.Β