Formasi osasuna Sekarang Strategi pelatih Alessio Lisci: Analisis Taktik, Starting XI, dan Performa Tim Musim Ini

score.co.id - Formasi osasuna Sekarang telah menjadi buah bibir di kalangan pengamat La Liga, menandai sebuah revolusi taktis di bawah komando pelatih anyar, Alessio Lisci. Transformasi signifikan dari skema defensif ke pendekatan yang lebih seimbang telah mengangkat performa Ante Budimir dan kolega, mengubah wajah tim asal Pamplona ini menjadi kekuatan yang sulit diprediksi di papan tengah. Sejak kedatangannya pada Juni 2025, arsitek asal Italia ini secara perlahan menanamkan filosofinya. Awalnya, Lisci mengandalkan pakem 5-3-2 yang solid, sebuah warisan dari pendekatannya yang pragmatis saat menukangi Mirandés. Namun, cetak biru tersebut terbukti kurang bergigi di sepertiga akhir lapangan. Titik balik musim Osasuna datang pada Desember 2025, ketika sang estratega dengan berani membongkar sistem dan memperkenalkan formasi 4-2-3-1 yang jauh lebih fleksibel dan proaktif.

Siapakah Pelatih Osasuna Sekarang? Mengenal Filosofi Alessio Lisci

Bagi sebagian penggemar La Liga, nama Alessio Lisci mungkin belum sepopuler pelatih top lainnya. Namun, rekam jejaknya menunjukkan seorang ahli taktik yang cerdas dan adaptif. Sebelum mengambil alih kemudi di El Sadar, Lisci mengasah kemampuannya di Mirandés, di mana ia dikenal mampu memaksimalkan skuad dengan sumber daya terbatas melalui organisasi pertahanan yang kokoh dan intensitas kerja tanpa kompromi. Filosofi Lisci berpusat pada tiga pilar utama: pressing tinggi yang terorganisir, transisi secepat kilat dari bertahan ke menyerang, dan eksploitasi lebar lapangan. Ia menuntut para pemainnya untuk tidak hanya disiplin secara posisi, tetapi juga agresif dalam merebut kembali penguasaan bola. Pendekatan inilah yang menjadi fondasi dari evolusi taktis Osasuna musim ini.
Alessio Lisci memberikan instruksi kepada pemain Osasuna, menerapkan strategi pressing tinggi yang menjadi ciri khasnya.

Dari Tembok Pertahanan 5-3-2 ke Fleksibilitas 4-2-3-1

Keputusan untuk meninggalkan formasi 5-3-2 bukanlah tanpa alasan. Meskipun menawarkan stabilitas di lini belakang dengan tiga bek tengah, skema ini seringkali membuat Osasuna terisolasi di lini depan. Ante Budimir kerap berjuang sendirian tanpa suplai bola yang memadai, dan kreativitas dari lini tengah terasa mandek. Pergeseran ke 4-2-3-1 secara fundamental mengubah dinamika permainan Los Rojillos. Dengan menempatkan dua gelandang pivot di depan empat bek, Lisci menciptakan fondasi yang kuat untuk mengontrol tempo permainan. Kehadiran satu gelandang serang tambahan di belakang striker memberikan koneksi vital antara lini tengah dan depan, sesuatu yang hilang dalam sistem sebelumnya. Hasilnya adalah tim yang tidak hanya solid saat bertahan, tetapi juga jauh lebih berbahaya saat membangun serangan.

Analisis Mendalam Formasi Osasuna Sekarang: Peran Setiap Lini

Keberhasilan skema 4-2-3-1 ala Lisci terletak pada pemahaman setiap pemain akan perannya. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah sistem yang hidup dan bergerak secara kolektif.

Benteng Pertahanan yang Dinamis

Di bawah mistar, Sergio Herrera tetap menjadi pilihan utama dengan refleks dan kemampuannya membaca permainan. Di depannya, duet bek tengah Alejandro Catena dan Flavien Boyomo membentuk benteng yang solid. Namun, kunci dari dinamisme pertahanan terletak pada kedua full-back. Valentin Rosier di kanan dan rekrutan Januari, Javi Galán, di kiri tidak hanya bertugas bertahan. Mereka didorong untuk aktif naik membantu serangan (overlap), memberikan opsi umpan silang, dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di area sayap.

Jantung Permainan: Duet Moncayola-Torro

Mesin permainan Osasuna terletak pada duo gelandang tengah. Jon Moncayola berperan sebagai gelandang box-to-box yang tak kenal lelah, memiliki kemampuan memutus serangan lawan sekaligus menjadi inisiator serangan balik. Di sampingnya, Lucas Torro (atau Iker Muñoz sebagai alternatif) bertindak sebagai jangkar (anchor), memberikan perlindungan ekstra bagi lini pertahanan dan mendistribusikan bola dengan visi yang jernih. Keseimbangan yang mereka ciptakan memungkinkan para pemain di depan mereka untuk lebih bebas berekspresi.

Trio Gelandang Serang: Otak Kreativitas Tim

Di sinilah letak daya ledak Osasuna. Aimar Oroz diposisikan sebagai 'nomor 10' klasik, otak di balik serangan tim. Kemampuannya dalam menemukan ruang antar lini dan memberikan umpan terobosan mematikan menjadi senjata utama. Ia diapit oleh dua winger lincah. Rubén García di satu sisi dan Víctor Muñoz atau Enrique Barja di sisi lain, bertugas menusuk ke dalam pertahanan lawan, menciptakan peluang, dan tak jarang mencatatkan nama mereka di papan skor. Víctor Muñoz, khususnya, telah menjadi ancaman gol kedua yang signifikan bagi tim.

Ujung Tombak: Ante Budimir sebagai Focal Point

Di puncak formasi berdiri sang predator, Ante Budimir. Peran striker Kroasia ini jauh lebih kompleks daripada sekadar pencetak gol. Ia adalah titik fokus serangan (focal point), mampu menahan bola, berduel dengan bek lawan, dan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Dengan 14 golnya musim ini, ia membuktikan bahwa sistem baru ini berhasil memaksimalkan ketajamannya di depan gawang.
Grafis Starting XI Osasuna dalam laga terakhir melawan Alavés, menunjukkan struktur formasi 4-2-3-1 yang efektif.

Starting XI Terbaru dan Peta Kekuatan di La Liga 2025/2026

Efektivitas formasi baru ini tercermin dalam laga sengit melawan Alavés pada 5 April 2026. Meski berakhir imbang 2-2, Osasuna menunjukkan karakter dan kemampuan untuk menciptakan peluang secara konsisten. Starting XI pada laga tersebut menjadi gambaran ideal dari skema Lisci:
  • Penjaga Gawang: Sergio Herrera
  • Belakang: Valentin Rosier, Flavien Boyomo, Alejandro Catena, Javi Galán
  • Tengah Bertahan: Jon Moncayola, Lucas Torro
  • Tengah Menyerang: Rubén García, Aimar Oroz, Víctor Muñoz
  • Depan: Ante Budimir
Hingga pekan ke-33, Osasuna bertengger dengan nyaman di peringkat 11 klasemen La Liga, mengoleksi 37 poin dari rekor 10 kemenangan, 7 seri, dan 12 kekalahan. Awal musim yang sedikit goyah kini telah terlupakan. Pasca-jendela transfer Januari yang mendatangkan Javi Galán dan Raúl Moro, serta penerapan formasi baru, tim asal Pamplona ini sempat merangsek mendekati zona Eropa, sebuah pencapaian luar biasa mengingat sumber daya mereka.

Proyek Lisci Menemukan Pijakan: Apa Selanjutnya untuk Los Rojillos?

Proyek yang dibangun oleh Alessio Lisci kini telah menemukan pijakannya yang kokoh. Osasuna tidak lagi dipandang sebagai tim yang hanya mengandalkan semangat juang, tetapi juga sebagai unit yang cerdas secara taktik dan berbahaya dalam serangan. Lisci berhasil menanamkan mentalitas pemenang dan intensitas tinggi dalam setiap sesi latihan dan pertandingan, seperti yang sering ia tekankan dalam konferensi pers. Tantangan berikutnya bagi Los Rojillos adalah menemukan konsistensi, terutama dalam laga tandang. Namun, dengan fondasi taktis yang sudah jelas dan skuad yang semakin padu, masa depan Osasuna di bawah arahan sang pelatih Italia tampak sangat cerah. Evolusi dari tim pragmatis menjadi tim yang seimbang adalah bukti nyata kejeniusan pelatih mereka. Terus ikuti analisis mendalam seputar formasi Osasuna sekarang dan berita La Liga terpanas lainnya, hanya di score.co.id.