Efek Perang Dunia AS-Iran: FIFA Respons dengan Pernyataan Tajam!

SCORE.CO.ID - Jelang Piala Dunia 2026 yang sudah di depan mata, justru malah pecah Israel menembakkan rudal ke Iran sejak kemarin, Sabtu (28/2/2026). Dengan konflik itu, sebagai tim tamu mendapat ancaman FIFA karena itu bisa membuat turnamen ini batal sepihak. Team Melli memang tidak salah! Mereka juga wajib membalas serangan dari Israel disaat ramadhan, tapi disaat bersamaan juga Piala Dunia akan diselenggarakan. FIFA terus "memantau perkembangan" di Iran menyusul pecahnya aksi militer oleh Amerika Serikat, dan sebagai tuan rumah seharusnya perlu bersikap netral. Iran sendiri lolos ke putaran final Piala Dunia melalui Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan akan bermain melawan Belgia, Selandia Baru, dan Mesir di Grup G, tetapi dengan diluncurkannya serangan rudal oleh AS, sekretaris jenderal FIFA Mattias Grafstrom mengatakan situasi akan terus dipantau. "Saya membaca berita pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda," kata Grafstrom pada pertemuan umum tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales, dilansir Minggu (1/3/2026). Mattias mengungkapkan bahwa mereka akan bertemu dengan kedua belah pihak, termasuk membahas diskusi hasil terbaik. "Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail, tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia", terangnya menambahkan. Los Angeles akan menjadi tuan rumah dua pertandingan Iran, sementara Seattle akan menggelar pertandingan melawan Mesir pada 26 Juni. Inilah yang membuat sekjen FIFA ini sangat kesal jika kedua negara masih terus melakukan aksi saling balas rudal, tentunya akan berdampak pada Piala Dunia tahun ini. "Apa salahnya jika berhenti sejenak mengikuti ego. Karena sejauh ini kami telah melakukan pengundian babak final di Washington yang diikuti oleh semua tim, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi." Mattias menutup keterangan itu dengan memberi motivasi bahwa semuanya akan tetap berjalan aman. "Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apapun. Semua orang akan aman. Saya usahakan itu akan berjalan sesuai rencana", tutup keterangannya.