Zonk Gelar, Fadil Imran Ketua PBSI Salahkan Postur Atlet Wanita
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Indonesia lagi dan lagi zonk gelar di turnamen super 1000: Indonesia Open 2026, Singapur Open 2026 hingga All England 2026. Kini PBSI harus berbenah bukan menyalahkan satu sama lain.Β
Tapi yang heran Fadil Imran Ketua PBSI justru menyalahkan postur tinggi badan ketimbang membenahi mental atlet, hingga perbaikan fisik.Β
Dilansir dari suaranews, dimana pria berusia 57 tahun meminta para atlet untuk perbaiki postur fisik karena kurang tinggi tidak seperti kebanyakan atlet lain.Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menyoroti masalah postur atlet tunggal putri Indonesia. Menurutnya, tinggi badan jadi salah satu kunci bersaing di level elite bulutangkis dunia saat ini."Kuncinya menurut saya adalah postur. Selama ini kita sulit sekali mendapatkan atlet wanita yang memiliki postur badan yang tinggi," ujar Fadil Imran dikutip dari laman suaranews, Selasa (9/6/2026).Fadil Imran langsung mencontohkan Pitchamon Opatniputh dari Thailand yang punya tinggi 170 cm. Tinggi itu dianggapnya ideal untuk pebulutangkis wanita era sekarang."Coba lihat Pitchamon Opatniputh, tingginya saja 170 cm. Itu menurut saya ideal untuk pebulu tangkis wanita saat ini," lanjutnya.Pernyataan Ketum PBSI ini muncul di tengah sorotan terhadap prestasi tunggal putri Indonesia.Β Sektor tunggal putri memang jadi PR besar PBSI setelah era Gregoria Mariska Tunjung. Minimnya regenerasi dan postur jadi catatan evaluasi.Saat ini wakil tunggal putri Indonesia di Australia Open 2026 bahkan tidak ada. Sementara negara lain seperti China, Jepang, Korea, hingga Thailand punya banyak pemain dengan postur tinggi yang dominan di permainan depan dan belakang.Tapi banyak BL Lovers tidak setuju dengan pernyataan sang ketua PBSI. Bahkan ada yang mengatakan bahwa postur bukan menjadi masalah."Mia Audina emangnya tinggi berapa?Β Ngomong aja bisanya. Nggak ngerti bulutangkis, jadi ketum. Trus ujungnya MBG", tulis akun @AndreasKusnadi.Bahkan memang benar apa pikiran BL Lovers dengan kami, postur atlet bukan sebuah masalah. Banyak atlet berpostur tinggi tapi tidak ada peningkatan sama sekali contoh: Gloria yang berpasangan dengan Rayhan. Juga seperti Chiara Handoyo dan masih banyak lagi.Atlet Bulutangkis Indonesia Saat di Briefing