China dan India Jadi Negara yang Tolak Siaran Piala Dunia 2026 Karena 1 Hal Ini
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID -FIFA mungkin sekarang sedang cemas! Seluruh dunia menggebu-gebu menayangkan Piala Dunia 2026 di saluran televisi mereka, tetapi tidak dengan dua negara ini.Β Dengan hanya sekitar satu bulan tersisa hingga turnamen ini dimulai, China masih belum memiliki hak siar untuk menayangkan pertandingan secara langsung.Β
Bayangkan hampir penduduk China yang padat sampai 2.7 miliar dan India 1.47 miliar jiwa, seakan Piala Dunia 2026 tidak ada artinya di negara itu.Β
Beberapa bulan lalu, FIFA dikabarkan menawarkan Piala Dunia tahun ini dengan siaran "termurah" kepada New Delhi dan Beijing dengan harga masing-masing $100 juta (Β£73 juta) dan antara $250 juta dan $300 juta. Namun, belum ada kesepakatan yang tercapai meskipun harga yang diminta terus menurun.Di India dilaporkan harganya turun menjadi $35 juta. Tawaran terdekat adalah $20 juta yang diajukan oleh JioStar. Sementara di Beijing turun tajam hampir 72% dimana hak siar sebesar China Central Television (CCTV) juga tak mau menayangkan turnamen empat tahunan ini.Β Sejauh ini, kedua pihak mengalami kebuntuan total dalam negosiasi hak siar televisi Piala Dunia yang paling dramatis di Tiongkok.Β Hal ini sebagian disebabkan oleh keengganan CCTV untuk berkompromi dan keengganan FIFA untuk mengurangi kepentingannya sendiri secara signifikan"Kedua belah pihak dilaporkan pesimistis guna mencapai kesepakatan, dan pengumuman dapat dilakukan pada paruh kedua bulan Mei, dengan FIFA siap memberikan 'konsesi signifikan' kepada CCTV untuk mengamankan hak siar Piala Dunia 2026", Kamis (14/5/2026).Perbedaan waktu di Beijing 12 jam lebih cepat dari New York jelas merupakan faktor penting bagi FIFA untuk tidak meneruskan kerja sama.Karena waktu ini juga menjadi kegagalan berulang tim putra untuk mendekati waktu penyelenggaraan turnamen tidak membantu membangkitkan minat.China sendiri disebut memiliki sekitar 200 juta penggemar sepak bola, jumlah yang lebih besar dibandingkan negara mana pun. Di India juga sama, hampir warganya menyukai sepakbola, 50-50 mereka menyukai sepakbola dengan kriket. Namun, tingginya jumlah penggemar tidak otomatis membuat nilai hak siar menjadi mudah disepakati.