Carlos Pena Desak Aturan Super League Segera Diganti: Belum Juga Tanding Sudah Protes
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menjadi salah satu sorotan setelah aturan Super League 2026/2027 menghapus sesi official training di stadion lawan pada H-1 pertandingan.Pelatih asal Spanyol tersebut terang-terangan mengaku tidak sepakat dengan kebijakan baru tersebut. Menurutnya, aturan itu dapat menyulitkan klub yang harus menjalani pertandingan tandang.Persita dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan pertama Super League 2026-2027, Sabtu (5/9/2026). Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi tim asuhan Pena dalam kompetisi musim ini.Pena menilai sesi latihan resmi di stadion lawan tetap dibutuhkan untuk membantu pemain beradaptasi dengan kondisi lapangan. Apalagi, menurutnya, klub tidak selalu mudah menemukan fasilitas latihan yang sesuai ketika bermain di luar kandang.
Aturan Super League Baru Dinilai Menyulitkan Tim Tandang
Skuad Persita Tengerang akan Menghadapi PSIM YogyakartaPena berharap aturan BRI Super League tersebut dapat dievaluasi dalam beberapa pekan mendatang. Dia ingin I.League mempertimbangkan kembali kesempatan klub melakukan official training sebelum pertandingan tandang.Pelatih Persita Tangerang tersebut berharap aturan bisa diubah untuk minggu depan. Sebab, official training akan membantu menaikkan performa tim dan semangat para pemain.Kebijakan baru tersebut tercantum dalam regulasi I.League, khususnya Pasal 35 mengenai familiarisasi stadion. Klub tidak diperbolehkan menggelar official training ataupun menggunakan sepatu bola di stadion pertandingan pada H-1.Sebagai gantinya, pemain hanya diperbolehkan melakukan pengenalan lapangan selama maksimal 30 menit. Aktivitas tersebut juga harus menggunakan sepatu jogging untuk menjaga kondisi rumput.Perubahan tersebut bukan tanpa alasan. Regulasi serupa juga telah diterapkan dalam sejumlah kompetisi dan liga di Eropa. Namun, Pena melihat kondisi sepak bola Indonesia memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan lapangan latihan.Berbeda dengan Pena, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memilih bersikap lebih tenang. Tavares mengaku timnya mencoba beradaptasi dengan kebijakan tersebut.Persebaya sendiri bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan pertama. Tavares mengaku timnya memilih berlatih lebih awal sebagai bagian dari strategi persiapan.Dia juga memastikan berbagai aspek permainan tetap diasah, mulai dari organisasi menyerang, bertahan, transisi hingga situasi bola mati.Dengan adanya kritik dari Pena, penerapan aturan Super League tanpa official training H-1 berpotensi menjadi bahan evaluasi I.League pada pekan-pekan berikutnya. Jika perubahan benar-benar dilakukan, klub tandang akan mendapatkan kembali ruang persiapan di stadion pertandingan.