Kalah dari Bulgaria, Bersih-Bersih Dimulai! 2 Pemain Timnas Ini Seharusnya Segera OUT

SCORE.CO.ID - Indonesia harus mengakui keunggulan tipis 0-1 Bulgaria saat laga final FIFA Series pada Senin (30/3/2026) malam. Meski kalah tipis permainan Garuda era pelatih baru dirasa cukup baik, apalagi mampu mendominasi sepanjang pertandingan.Β  Herdman mengakui bahwa kekurangan Timnas adalah gagal memaksimalkan peluang terutama dalam mencetak gol. Padahal Bulgaria ada di peringkat ke-87 tapi terbukti Jay Idzes dkk berhasil menguasai jalannya pertandingan.Β  Dilansir dari laman Tempo, Herdman mengaku ke wartawan: "pertandingan itu seharusnya bisa kami menangkan, tapi kami tidak berhasil melakukannya, hanya saya rasa kami sudah menguasai jalannya laga"Β  katanya, Rabu (1/4/2026). Namun efektivitas gol penalti yang dicetak Marin Petkov jadi pembeda dalam pertandingan ini, terutama lini belakang timnas juga sulit dibobol sepanjang 90 menit berlangsung.Β 

Penggemar Masih Kecewa Sebenarnya

Kevin Diks lagi dan lagi membuat kesalahan fatal pada menit ke 35, setidaknya jika tackle nya tidak membuat pemain jatuh di kotak penalti, maka Indonesia bisa sampai adu penalti melawan Bulgaria.Β  Penggemar langsung berbondong-bondong mengomentari kolom komentar Instagram Kevin Diks, ada yang menyebut " pemain tol*l, bahkan minta cepat-cepat diganti". Di kolom komentar Offisial Timnas Indonesia juga banyak penggemar yang masih kecewa berat.Β  "Kutukan Runner up lagi", tulis akun @RhizeMaulana. Melihat begitu banyak penggemar yang kecewa, sepertinya ini bukan kesalahan John Herdman, melainkan PSSI harus segera mawas diri hingga menyaring lagi pemain mana yang harus dikeluarkan dan bahkan direkrut.Β 

JurnalisT Melihat 3 Pemain Timnas Justru Siap Disepak Jika Masih Bermain Jelek

Ada beberapa hal yang harus diperbaiki Timnas untuk tampil lebih baik.Β  Agenda FIFA masih banyak di tahun 2026 hingga pertengahan tahun 2027, Mau sekarang atau nanti, atau menyimpan pemain-pemain yang sudah tak bisa diandalkan. Bahkan mencetak gol pun sangat sulit.Β 
  1. Ramadhan Sananta

Menjadi pemain depan yang bertujuan untuk mencetak banyak gol tapi tak ada yang bisa diharapkan pemain klub Brunei ini.Β  Total gol di Timnas sepanjang Sananta berkarir hanya 5 gol saja itu juga hanya di turnamen sekelas Sea Games di tahun 2023. Sementara di DPMM FC, Ramadhan Sananta mencetak 4 gol dan 2 assist di musim 2025/2026 ini.Β  Dan laga terakhir melawan Bulgaria ia mencatat 1 operan sukses, 0 shoots on target dengan 20% menguasai bola. Statistik ini sangat kecil sebagai penyerang utama.Β  Bahkan dibully oleh penggemar Timnas dan menyebut dirinya untuk segera "OUT", sekarang tinggal menunggu keputusan John Herdman.
  1. Ragnar Oratmangoen

Terakhir, yang diharapkan sebagai penyerang sayap justru tak membuahkan hasil. Ragnar Oratmangun pemain yang dinaturalisasi PSSI sejak 2024 malah tak bisa diharapkan untuk bisa mencetak banyak gol.
Ragnar Oratmangoen tampil mengecewakan di Final FIFA Series 2026
Ragnar Oratmangoen tampil mengecewakan di Final FIFA Series 2026
Melawan Bulgaria contohnya, ia hanya mendapat penguasaan bola sekitar 22% dengan rating yang diberikan sebesar 5.1. Ragnar juga kerap kali kalah dalam berduel fisik baik duel udara maupun penguasaan bola. Sejauh ini dia mencetak baru 2 gol sejak kedatangannya itu juga di era Shin Tae-Yong.