Berapa Kali Persija Menang Lawan Bali United
score.co.id - Persija Jakarta baru saja membuktikan bahwa mental juara mereka bukan sekadar isapan jempol belaka setelah sukses mencuri poin penuh dari kandang Bali United pada laga terakhir mereka, 15 Februari 2026 lalu. Gol tunggal Gustavo Almeida di menit ke-8 tak hanya membungkam publik Stadion Kapten I Wayan Dipta, tapi juga menegaskan dominasi baru Macan Kemayoran di bawah asuhan Thomas Doll. Kemenangan tipis 1-0 ini menjadi sangat krusial karena memperpanjang rekor tak terkalahkan Persija menjadi delapan pertandingan beruntun di BRI Super League musim ini. Hasil ini sekaligus menjawab keraguan banyak pihak tentang konsistensi lini belakang mereka saat menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Serdadu Tridatu. Kemenangan di Gianyar tersebut membawa angin segar bagi para pendukung setia, The Jakmania. Betapa tidak, menang di Bali bukanlah perkara mudah bagi tim manapun. Persija harus jatuh bangun menahan gempuran Bali United yang melepaskan total 12 tembakan sepanjang laga. Namun, efektivitas menjadi kunci. Satu peluang bersih dari Gustavo Almeida langsung berbuah gol, sementara Bali United justru terlihat frustrasi karena gagal memanfaatkan peluang emas berkali-kali. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang, memastikan tiga poin dibawa pulang ke Jakarta dan mengamankan posisi Persija di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 50 poin.
Dominasi Tipis yang Mengubah Peta Persaingan
Jika kita menilik lebih dalam, kemenangan terbaru ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Ini adalah pernyataan sikap. Persija Jakarta kini menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara. Dengan 50 poin di tangan, mereka terus menempel ketat pemuncak klasemen. Sebaliknya, Bali United harus rela tertahan di posisi keenam dengan 37 poin. Jarak 13 poin ini menunjukkan ada kesenjangan performa yang cukup mencolok antara kedua tim musim ini. Bali United yang biasanya sangat perkasa di kandang, kini tampak kehilangan taji saat berhadapan dengan organisasi pertahanan Persija yang sangat rapi. Thomas Doll benar-benar merombak cara main Persija. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan serangan balik spekulatif. Ada pola permainan yang jelas, aliran bola yang tenang, dan transisi dari menyerang ke bertahan yang sangat disiplin. Hal ini terlihat jelas saat mereka meredam agresivitas pemain-pemain sayap Bali United. Meski kalah dalam penguasaan bola di babak kedua, Persija tetap tenang. Mereka membiarkan Bali United memutar bola di area tengah, namun menutup rapat setiap celah di kotak penalti. Strategi ini terbukti ampuh membuat tim asuhan Stefano Cugurra mati kutu."Kami bermain dengan hati hari ini. Soliditas tim adalah segalanya. Menang di Bali selalu sulit, tapi para pemain menunjukkan disiplin luar biasa, terutama setelah gol cepat Gustavo. Kami layak mendapatkan hasil ini karena kami tahu cara menderita di lapangan," ujar Thomas Doll usai pertandingan.
Rekor Head to Head: Siapa Lebih Unggul?
Banyak fans yang bertanya-tanya, sebenarnya berapa kali Persija menang lawan Bali United jika dihitung secara keseluruhan? Sejak kedua tim bertemu di berbagai ajang resmi mulai tahun 2015, persaingan mereka selalu sengit. Berdasarkan data terbaru hingga 27 Februari 2026, kedua tim telah bertemu sebanyak 28 kali di semua kompetisi resmi, termasuk Liga 1 dan turnamen pramusim bergengsi lainnya. Dari 28 pertemuan tersebut, Persija Jakarta tercatat meraih 10 kemenangan. Sementara itu, Bali United masih memegang keunggulan tipis dengan 14 kemenangan, dan 4 pertandingan sisanya berakhir dengan skor imbang. Meski secara total kemenangan Bali United lebih banyak, tren belakangan ini menunjukkan Persija mulai mengejar ketertinggalan. Dominasi Bali United yang sempat sangat kuat di era 2019-2022 kini mulai dipatahkan oleh racikan taktik Thomas Doll yang lebih modern. Menariknya, catatan gol kedua tim sangat berimbang. Persija telah menyarangkan 36 gol ke gawang Bali United, sedangkan Bali United membalas dengan 34 gol. Rata-rata gol yang tercipta adalah 2,5 gol per pertandingan. Ini membuktikan bahwa setiap kali Macan Kemayoran bertemu Serdadu Tridatu, pertandingan jarang berakhir membosankan. Selalu ada drama, selalu ada gol, dan tensinya selalu tinggi sejak menit awal.Tuah Kandang dan Rekor Tandang yang Unik
Ada fakta menarik jika kita membedah rekor ini berdasarkan lokasi pertandingan. Di kandang sendiri, Persija Jakarta punya catatan yang cukup impresif saat menjamu Bali United. Dari total pertemuan di Jakarta atau Bekasi, Persija menang 8 kali, imbang 2 kali, dan hanya kalah 1 kali. Stadion Patriot Candrabhaga atau Gelora Bung Karno benar-benar menjadi neraka bagi Bali United. Dukungan puluhan ribu Jakmania terbukti mampu meruntuhkan mental para pemain lawan. Namun, yang lebih mengejutkan adalah rekor tandang Persija di Bali. Meski secara keseluruhan Bali United menang lebih banyak, Persija ternyata mampu mencuri 8 kemenangan dari 12 laga tandang mereka di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Ini adalah statistik yang unik. Sepertinya, rumput Bali cukup bersahabat dengan gaya main Persija. Kemenangan 1-0 pada 15 Februari kemarin adalah bukti terbaru bagaimana Persija bisa tampil sangat dingin dan efektif di bawah tekanan suporter tuan rumah.Bedah 5 Pertemuan Terakhir: Persaingan Sengit Margin Tipis
Mari kita lihat bagaimana jalannya persaingan kedua tim dalam dua tahun terakhir. Dalam lima pertemuan terbaru di Liga 1, kekuatannya benar-benar terbagi rata. Persija menang dua kali, Bali United menang dua kali, dan satu laga berakhir tanpa pemenang. Berikut adalah rincian skor 5 pertemuan terakhir mereka:- 15 Feb 2026: Bali United 0-1 Persija (Liga 1)
- 07 Sep 2025: Persija 1-1 Bali United (Liga 1)
- 03 Mei 2025: Persija 3-0 Bali United (Liga 1)
- 24 Okt 2024: Bali United 2-1 Persija (Liga 1)
- 30 Mar 2024: Bali United 1-0 Persija (Liga 1)
Masalah Finishing Bali United: Pelajaran Berharga bagi Teco
Baca Juga: Mau Jadi Pemenang BRI Super League 2026/2027? Fabio Lefundes: Jangan Pernah Kalah Lawan Persib
Kekalahan terbaru di kandang menjadi tamparan keras bagi Stefano Cugurra alias Teco. Pelatih kawakan yang pernah membawa Persija juara ini mengakui bahwa timnya punya masalah besar dalam penyelesaian akhir. Melepaskan 12 tembakan tanpa satu pun yang bersarang ke gawang lawan adalah rapor merah bagi lini depan Serdadu Tridatu. Mereka mendominasi bola, mereka menekan, mereka melakukan crossing berkali-kali, tapi semua itu mentah di tangan kiper Persija atau melambung jauh di atas mistar.
"Kami menguasai jalannya pertandingan, tapi sepak bola adalah soal mencetak gol. Kami punya 12 peluang, tapi tidak ada yang masuk. Ini pelajaran besar bagi kami untuk memperbaiki finishing. Persija hanya punya satu peluang bersih dan mereka mencetak gol. Itulah perbedaannya," ungkap Teco dengan nada kecewa.Kekecewaan Teco sangat beralasan. Bali United saat ini sedang berjuang untuk masuk ke zona empat besar agar bisa bersaing di babak championship. Kehilangan poin di kandang melawan rival langsung seperti Persija adalah kerugian besar. Jika tidak segera berbenah, posisi mereka di peringkat enam terancam tergeser oleh tim-tim di bawahnya yang mulai menunjukkan grafik meningkat.