Panggilan Tugas Negara dan Kursi Panas Azzurri
Langkah Conte ini tak bisa dilepaskan dari kekosongan kursi pelatih tim nasional. Kegagalan tragis membuat Italia gagal Piala Dunia 2026, yang berujung pada pemecatan Gennaro Gattuso. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini berada di persimpangan jalan, dengan agenda besar FIGC pemilu pelatih baru yang akan ditentukan setelah pemilihan presiden pada 22 Juni mendatang. Conte, yang pernah menukangi Gli Azzurri pada 2014-2016, disebut sangat antusias untuk kembali. Ia sendiri memberi sinyal kuat usai laga kontra Pisa."Masih ada satu pertandingan lagi. Saya punya hubungan baik dengan presiden. Presiden sudah tahu pikiran saya sejak sebulan yang lalu... Saya akan selalu berterima kasih kepadanya karena telah diberi kesempatan melatih klub seperti ini."Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa rencana ini sudah didiskusikan secara internal, jauh sebelum rumor merebak ke publik. Menjadi Conte pelatih Azzurri untuk kedua kalinya dianggap sebagai proyek ideal untuk membangkitkan kembali martabat sepak bola Italia di panggung dunia.
Baca Juga: Rencana Timnas Indonesia ke Yordania November Nanti: PSSI Beri Respons soal FIFA Matchday
Warisan Conte dan Siapa Penggantinya di Naples?
Kepergian Conte jelas meninggalkan lubang besar. Ia datang saat Napoli terpuruk di peringkat ke-10 dan berhasil menyulap tim menjadi penantang gelar serius, puncaknya adalah Scudetto keempat pada musim 2024-25. Selama menukangi Partenopei di Serie A, ia mencatatkan 46 kemenangan dari 75 laga dengan win rate impresif 61%. Manajemen Napoli pun bergerak cepat mencari suksesor. Isu bahwa Napoli ganti pelatih memunculkan beberapa nama besar. Kandidat terkuat yang santer terdengar adalah mantan nakhoda mereka, Maurizio Sarri. Sentuhan magis Sarri-ball diyakini bisa kembali membangkitkan gairah di Stadion Diego Armando Maradona. Selain itu, nama Massimiliano Allegri yang berpeluang meninggalkan AC Milan juga masuk dalam bursa. Fondasi yang ditinggalkan Conte sangatlah solid. Siapa pun pelatih berikutnya akan mewarisi skuad kompetitif yang siap bertarung di level domestik maupun Eropa.