score.co.id - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi pembantaian tanpa ampun saat Persib Bandung melumat Madura United lima gol tanpa balas pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/26, Kamis malam. Skor 5-0 ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan pernyataan perang dari Maung Bandung yang kini kokoh di puncak klasemen dengan 53 poin. Tanpa didampingi Bojan Hodak di pinggir lapangan karena akumulasi kartu, Igor Tolic yang memegang kendali justru berhasil menyajikan orkestra serangan yang membuat Laskar Sape Kerrab terlihat seperti tim amatir yang kebingungan mencari arah bola.
Pertandingan ini awalnya diprediksi bakal alot. Madura United datang dengan misi mencuri poin demi menjauh dari zona degradasi. Namun, yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Madura United seperti menyerahkan leher mereka untuk disembelih sejak peluit pertama dibunyikan. Tidak ada perlawanan berarti. Tidak ada determinasi. Yang ada hanyalah dominasi total Persib yang bermain sangat cair, taktis, dan sangat mematikan di sepertiga akhir pertahanan lawan.
Igor Tolic dan Taktik "Gila" yang Mematikan
Banyak yang meragukan Persib saat tahu Bojan Hodak absen. Tapi Igor Tolic membuktikan bahwa sistem Persib sudah matang. Dia tidak mengubah pakem 4-2-3-1, namun memberikan instruksi
high-pressing yang jauh lebih agresif dari biasanya. Persib tidak membiarkan pemain Madura United bernapas. Begitu bola hilang, tiga sampai empat pemain berbaju biru langsung mengepung pembawa bola lawan. Ini membuat transisi Madura United mati total.
Strategi ini memaksa Madura United melakukan banyak kesalahan sendiri. Lini tengah mereka yang diisi pemain-pemain senior tampak kepayahan mengejar mobilitas Eliano Reijnders dan Adam Alis. Persib bermain sangat lebar, memanfaatkan kecepatan sisi sayap untuk membongkar pertahanan gerendel yang coba dibangun Carlos Parreira. Sayangnya bagi Madura, "parkir bus" yang mereka rencanakan ternyata bannya kempes sejak menit awal.
"Kami tahu mereka akan bertahan sangat dalam. Kuncinya adalah gol cepat. Begitu gol pertama tercipta, semua rencana mereka berantakan dan kami hanya perlu menjaga momentum," ujar Igor Tolic usai laga kepada score.co.id.
Kronologi Pesta Gol: Ramon Tanque Sang Predator
Pesta dimulai di menit ke-13. Kakang Rudianto, yang malam itu bermain sangat disiplin, melepaskan umpan silang melengkung yang sangat akurat. Ramon Tanque menunjukkan kelasnya sebagai striker haus gol. Dengan posisi yang tidak terkawal ketat, dia melompat dan menyundul bola ke sudut gawang Dicky Indrayana. Gol! 1-0 untuk Persib. Mental Madura United langsung ambruk seketika.
Menit ke-33, Ramon Tanque kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini prosesnya lebih cantik. Berguinho yang bergerak liar di lini tengah mengirimkan umpan terobosan pendek yang membelah pertahanan Madura. Tanque yang memiliki penempatan posisi luar biasa melepaskan tembakan terukur tanpa bisa dihalau. Brace untuk sang striker Brasil, dan GBLA bergemuruh makin kencang.
Sebelum babak pertama usai, tepatnya di masa injury time (45+2'), Uilliam Barros menambah penderitaan tim tamu. Berawal dari kemelut di depan gawang hasil sepakan keras Adam Alis yang gagal ditangkap sempurna oleh Dicky, Barros muncul entah dari mana untuk mencocor bola muntah. Skor 3-0 menutup babak pertama. Di titik ini, laga sebenarnya sudah selesai bagi Madura United.
Mengapa Madura United Terlihat "Tanpa Perlawanan"?
Pertanyaan besarnya: ke mana perlawanan Madura United? Carlos Parreira menerapkan formasi 3-5-2 dengan harapan bisa menumpuk pemain di tengah dan belakang. Masalahnya, koordinasi antar bek mereka sangat buruk. Tiga bek sejajar Madura seringkali terpancing keluar dari posisinya, meninggalkan lubang besar yang dieksploitasi dengan cerdas oleh para pemain sayap Persib.
Marking longgar menjadi dosa besar Madura malam ini. Dua gol pertama Persib berasal dari skema yang sebenarnya bisa diantisipasi jika komunikasi berjalan baik. Belum lagi soal
rebound. Gol ketiga dan kelima Persib adalah bukti bahwa bek Madura tidak cukup sigap mengamankan area kotak penalti setelah kiper melakukan penyelamatan. Mereka hanya berdiri menonton pemain Persib menyambar bola.
Lini serang Madura juga setali tiga uang. Lulinha dan Goncalves seperti terisolasi di depan. Suplai bola dari tengah diputus habis oleh duet gelandang pengangkut air Persib. Statistik mencatat Madura hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit. Itu adalah angka yang sangat memprihatinkan untuk tim yang pernah bersaing di papan atas.
Kedalaman Skuad Persib: Mewah dan Menakutkan
Masuk ke babak kedua, Persib tidak mengendurkan serangan meski sudah unggul tiga gol. Di sinilah letak kengerian skuad Maung Bandung musim ini. Igor Tolic melakukan rotasi cerdas. Andrew Jung masuk di menit ke-63 menggantikan Ramon Tanque yang sudah lelah. Hasilnya? Hanya butuh 17 menit bagi Jung untuk mencetak gol.
Menit ke-80, Eliano Reijnders menunjukkan visi bermain kelas Eropa. Dia mengirim umpan vertikal yang membuat Andrew Jung berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Dengan tenang, Jung menceploskan bola ke gawang. 4-0. Madura United benar-benar sudah kehilangan gairah untuk bertanding.
Pesta ditutup oleh pemain pengganti lainnya, Frans Putros, di menit ke-89. Lagi-lagi berawal dari skema serangan balik cepat. Adam Alis melepaskan tembakan yang ditepis Dicky, dan Putros yang berada di posisi tepat melakukan
tap-in mudah. Lima gol, lima bintang untuk performa Persib malam ini.
Statistik yang Berbicara Fakta
Jika Anda melihat statistik laga di score.co.id, Anda akan paham betapa jomplangnya pertandingan ini. Penguasaan bola Persib menyentuh angka 68 persen. Ini bukan cuma soal memegang bola, tapi soal efektivitas. Persib melepaskan 18 tembakan dengan 9 di antaranya mengarah ke gawang. Bandingkan dengan Madura yang hanya punya 4 tembakan total.
Akurasi passing Persib di sepertiga akhir lapangan juga sangat rapi. Mereka tidak terburu-buru melakukan umpan silang jika ruangnya belum benar-benar terbuka. Sementara itu, Teja Paku Alam di bawah mistar gawang Persib mungkin adalah orang yang paling santai malam ini. Dia hampir tidak melakukan penyelamatan heroik karena pertahanannya yang dipimpin Nick Kuipers sangat rapat.
"Kami tidak hanya kalah secara skor, kami kalah secara mental. Persib berada di level yang berbeda hari ini. Kami harus segera berbenah jika tidak ingin terlempar ke kasta kedua," kata Carlos Parreira dengan nada lesu.
Implikasi ke Klasemen dan Perburuan Juara
Kemenangan telak ini membuat Persib makin nyaman di puncak. Unggul tiga poin dari Persija Jakarta memberikan napas lega sebelum menghadapi laga krusial selanjutnya. Mental juara mulai terlihat jelas di wajah para pemain. Mereka tidak hanya menang, tapi mereka menghancurkan lawan dengan gaya.
Bagi Madura United, kekalahan ini adalah alarm merah. Berada di posisi 14 dengan 20 poin bukanlah tempat yang aman. Jika mereka terus bermain tanpa determinasi seperti di GBLA tadi, degradasi bukan lagi sekadar ancaman, melainkan kenyataan yang menunggu di depan mata. Mereka butuh perubahan radikal, entah itu taktik atau motivasi pemain.
Persib kini menjadi favorit kuat untuk mempertahankan gelar juara. Kedalaman skuad yang mumpuni, taktik yang fleksibel, dan ketajaman para strikernya membuat tim manapun di BRI Super League akan gemetar menghadapi mereka. Pertandingan melawan Persebaya di pekan depan akan menjadi ujian konsistensi selanjutnya bagi pasukan Maung Bandung.
Kesimpulan Taktik: Kesiapan Fisik dan Mental adalah Kunci
Skor 5-0 ini terjadi karena Persib jauh lebih siap dalam segala aspek. Madura United datang dengan rencana bertahan tapi tidak punya rencana cadangan saat kebobolan cepat. Persib memanfaatkan kerapuhan mental lawan dengan terus menekan tanpa henti. Ini adalah pelajaran berharga bagi tim lain: jangan pernah memberikan ruang sedikit pun bagi Persib jika tidak ingin berakhir tragis seperti Madura United.
Pertandingan hari ini membuktikan bahwa sepak bola bukan cuma soal 11 lawan 11, tapi soal siapa yang lebih cerdas mengeksploitasi kelemahan lawan. Igor Tolic sukses menjalankan tugasnya dengan nilai sempurna, dan Persib Bandung kini terbang tinggi meninggalkan para pesaingnya.
Pantau terus berita terbaru di score.co.id.