2 Laga Terakhir Arsenal: Analisis Statistik, Hasil, dan Pencetak Gol

LONDON, score.co.id - 2 laga terakhir Arsenal menyajikan drama kontras yang menguras emosi para Gooners pekan ini. Di bawah komando Mikel Arteta, The Gunners menelan kekalahan pahit di liga domestik, namun berhasil mengukir sejarah dengan mengamankan tiket semifinal Liga Champions. Performa sang juru gedor, Viktor GyΓΆkeres, menjadi sorotan di tengah hasil yang fluktuatif ini.
Aksi juru gedor Arsenal, Viktor GyΓΆkeres, saat mengeksekusi penalti ke gawang Bournemouth di Emirates Stadium.

Pukulan Telak di Kandang Sendiri

Kisah rollercoaster Arsenal dimulai pada 11 April 2026 saat menjamu Bournemouth di Emirates Stadium. Alih-alih meraih poin penuh untuk menjaga asa juara Premier League, Meriam London justru tersungkur dengan skor 1-2. Mimpi buruk dimulai saat laga baru berjalan 17 menit. Eli Junior Kroupi sukses membobol gawang Arsenal lewat tendangan voli ciamik, memanfaatkan bola liar hasil umpan silang Adrien Truffert. Arsenal sempat menyalakan harapan. Viktor GyΓΆkeres menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat titik putih pada menit ke-35 setelah Ryan Christie melakukan handball. Penalti tersebut menjadi gol ke-18 GyΓΆkeres di semua kompetisi, menegaskan statusnya sebagai mesin gol utama tim. Namun, petaka datang pada menit ke-74 saat Alex Scott menjadi pahlawan kemenangan The Cherries usai menuntaskan umpan matang dari Evanilson. Hasil ini menjadi kekalahan kandang kedua Arsenal di Premier League musim ini, sebuah catatan yang menodai rekor impresif mereka di Emirates dan memberikan pukulan telak bagi perburuan gelar.
Raut tegang Mikel Arteta di pinggir lapangan saat timnya takluk di tangan Bournemouth.

Penebusan Dosa di Panggung Eropa

Hanya berselang tiga hari, wajah Arsenal berubah total. Pada 15 April 2026, mereka kembali berlaga di Emirates, kali ini menjamu Sporting CP pada leg kedua perempat final Liga Champions. Berbekal kemenangan tipis 1-0 di leg pertama, The Gunners bermain pragmatis dan solid. Pertandingan memang berakhir imbang kacamata 0-0. Mikel Arteta bahkan melakukan rotasi dengan memberi kesempatan pada Eberechi Eze dan Noni Madueke. Meski tanpa gol, Arsenal tampil disiplin di lini pertahanan, sukses meredam setiap ancaman lawan dan mencatatkan clean sheet krusial. Hasil ini sudah cukup untuk mengantar mereka lolos dengan agregat 1-0. Juru taktik asal Spanyol itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Seperti yang dilaporkan oleh TNT Sports, Arteta memberikan pujian setinggi langit kepada para pemainnya.
β€œIni momen yang sangat besar. Menjadi bagian dari empat tim terbaik adalah kerja keras yang luar biasa. Malam yang hebat. Saya sangat bahagia untuk semua orang di sini. Kami membuat langkah yang belum pernah dilakukan di klub ini selama 140 tahun . Anda harus meraihnya. Anda harus melalui banyak kerja keras. Terima kasih kepada para pemain.”
Kelolosan ini bukan hanya sekadar tiket semifinal melawan Atletico Madrid. Ini adalah sebuah sejarah: untuk pertama kalinya dalam 140 tahun, Arsenal berhasil mencapai semifinal Liga Champions secara back-to-back.
Skuad Arsenal merayakan kelolosan ke semifinal Liga Champions bersama para pendukung setia di Emirates Stadium.

Fokus ke Laga Berikutnya

Dua hasil ini menunjukkan dua sisi Arsenal: rapuh di bawah tekanan perburuan gelar domestik, namun tangguh dan matang secara mental di panggung Eropa. Fluktuasi performa ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arteta, terutama dengan jadwal padat di depan mata. Tantangan berikutnya sudah menanti saat mereka harus menghadapi sang rival, Manchester City, pada 19 April mendatang. Bagaimana menurut Anda performa The Gunners dalam 2 laga terakhir Arsenal ini pantau terus score.co.id!