Analisa 3 Terbaik Piala Dunia U-17 2026 (Proyeksi): Belajar dari Dominasi 2025
· sukro score.co.id
score.co.id - Peta persaingan menuju gelar juara Piala Dunia U-17 2026 mulai terbentuk pasca kejutan di kualifikasi Eropa beberapa pekan lalu, dengan 3 terbaik Piala Dunia U-17 edisi mendatang diprediksi akan diisi oleh kekuatan tradisional. Kegagalan juara bertahan Portugal dan finalis Austria membuka jalan bagi raksasa seperti Brazil, Prancis, dan Italia untuk mengambil alih panggung, belajar dari cetak biru kesuksesan di Qatar 2025 yang disorot langsung oleh Arsène Wenger.
Portugal merayakan gelar juara Piala Dunia U-17 2025 untuk pertama kalinya setelah menaklukkan Austria di Khalifa International Stadium, 27 November 2025. (Sumber: FIFA.com)
Pelajaran Mahal dari Dominasi Eropa U17 2025
Edisi Qatar 2025 menjadi penanda sejarah dengan penerapan perdana format 48 tim FIFA. Turnamen ini sepenuhnya menjadi milik wakil Eropa, di mana Portugal keluar sebagai kampiun usai menaklukkan Austria 1-0 lewat gol tunggal Anísio Cabral. Italia melengkapi podium dengan merebut tempat ketiga dari Brazil U17 melalui drama adu penalti.
Kesuksesan Portugal, yang dimotori sembilan pemain dari akademi Benfica, menjadi bukti nyata pentingnya pembinaan usia dini yang terstruktur. Kiper mereka, Romário Cunha, yang meraih Golden Glove, menyebutnya sebagai "tahun impian" yang tak terlupakan. Dominasi ini menegaskan tren taktik yang diidentifikasi oleh FIFA Technical Study Group: transisi secepat kilat, permainan sayap eksplosif, dan pemanfaatan lemparan ke dalam yang meningkat drastis.
Namun, dominasi tersebut ternyata rapuh. Secara mengejutkan, Portugal dan Austria, dua finalis 2025, justru tersingkir di babak kualifikasi edisi 2026. Ini menjadi catatan sejarah, di mana Portugal menjadi juara bertahan pertama sejak Inggris (juara 2017) yang gagal lolos ke edisi berikutnya. Situasi ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang siap diisi oleh negara lain.
Dengan absennya dua kekuatan utama 2025, proyeksi juara U17 2026 mengerucut pada tiga negara dengan tradisi kuat dan adaptasi taktik modern. Analisis ini didasarkan pada performa kualifikasi, kedalaman skuad, dan kesesuaian gaya bermain dengan tren yang ada.
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menyebut turnamen U-17 sebagai 'surganya sepak bola' yang akan mengubah pembinaan pemain muda di seluruh dunia.
1. Brazil U17 2026: Tradisi dan Dendam
Meski hanya finis keempat tahun lalu, Brazil tetap menjadi favorit utama. Sebagai negara dengan penampilan terbanyak (20 kali) dan kolektor empat gelar, Seleção U-17 punya segudang talenta untuk melakukan penebusan. Gaya bermain mereka yang mengandalkan transisi cepat dan skill individu di sektor sayap sangat cocok dengan formula sukses yang dipuji Wenger. Kegagalan di perebutan tempat ketiga akan menjadi motivasi ekstra.
2. Prancis U17: Generasi Emas Baru
Les Bleuets gagal total di edisi 2025, namun mereka bangkit dengan menyapu bersih tiga laga kualifikasi 2026. Sebagai juara edisi 2001, Prancis dikenal mampu melahirkan generasi emas secara berkala. Skuad mereka saat ini diproyeksikan mampu menerapkan permainan sayap eksplosif, sebuah elemen yang menurut Wenger, "tidak ada tim sukses tanpanya." Kecepatan para pemain sayap mereka akan menjadi ancaman serius.
"Ini adalah turnamen dengan 48 tim untuk pertama kalinya. Itu berarti 25 persen dunia ada di sini. Bagi kami semua, ini adalah surganya sepak bola... Kami yakin turnamen ini akan mengubah sepak bola di dunia." - Arsène Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA
3. Italia U17: Soliditas dan Efisiensi
Sebagai peraih medali perunggu 2025, Italia menjadi kandidat terkuat dari Eropa. Azzurrini menunjukkan pertahanan blok tengah yang sangat rapat dan mentalitas baja saat adu penalti, dua kualitas yang sangat krusial di fase gugur. Dengan kontinuitas di kursi kepelatihan dan pengalaman berharga dari turnamen sebelumnya, Italia punya modal besar untuk melangkah lebih jauh. Mereka adalah representasi sempurna dari tim yang solid dan efisien.
Mateus Mide (Portugal) menerima Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia U-17 2025, sebuah penghargaan individu yang gagal dipertahankan negaranya.
Turnamen yang akan kembali digelar di Qatar pada 19 November hingga 13 Desember 2026 ini dipastikan akan menyajikan persaingan yang lebih sengit. Brazil, Prancis, dan Italia kini berada di garis depan untuk merebut takhta yang ditinggalkan Portugal.
Siapakah yang akan menjadi raja baru di level junior? Terus ikuti perkembangan dan analisis mendalam seputar 3 terbaik Piala Dunia U-17 hanya di score.co.id.