Anak Eks Pelatih Timnas Indonesia Ubah Wajah Como Jadi Arsenal: Apa Ada Rahasia Khusus?
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Como mengawali Serie A 2026/2027 dengan hasil imbang saat bertandang ke markas Udinese. Kehadiran anak eks pelatih Timnas Indonesia di skuad Como membuat kemampuan mereka dalam situasi bola mati mulai mendapat perhatian.Bermain di Bluenergy Stadium, Udine, Sabtu (22/8/2026), Como harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain 1-1. Tim asuhan Cesc Fabregas sempat tertinggal lebih dahulu sebelum berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua.Udinese membuka keunggulan melalui Hassane Kamara pada menit ke-29. Como baru mampu membalas pada menit ke-54 lewat Anastasios Douvikas.Gol penyama kedudukan tersebut lahir dari situasi bola mati. Luis Milla mengambil sepak pojok yang kemudian disambut sundulan Trevoh Chalobah.Bola sundulan tersebut masih mampu ditepis penjaga gawang Udinese, Maduka Okoye. Namun, bola muntah langsung dimanfaatkan Douvikas untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Anak Eks Pelatih Timnas Indonesia Jadi Andalan Set-Piece Como
Luis Milla Gelandang ComoPenampilan Luis Milla dalam laga tersebut kemudian mendapatkan sorotan media Italia. Gelandang berusia tersebut merupakan salah satu pemain baru yang direkrut Como pada musim ini.Milla merupakan putra Luis Milla Aspas, mantan pelatih Timnas Indonesia pada periode 2017-2018. Sang ayah juga sempat menangani Persib Bandung pada 2022 hingga 2023.Kedekatan keluarga Milla dengan sepak bola Indonesia membuat namanya menarik perhatian publik Tanah Air. Namun, sorotan kali ini muncul berkat kontribusinya dalam skema bola mati Como.Tuttomercatoweb memberikan apresiasi terhadap permainan Milla, khususnya ketika mengambil tendangan bebas dan sepak pojok. Media tersebut menilai kaki kanan Milla mampu menghasilkan umpan-umpan berbahaya untuk pertahanan lawan.Kiper Como, Jean Butez, juga memuji kemampuan rekan barunya. Menurutnya, kehadiran Milla memberikan opsi tambahan dalam situasi bola mati.βKami memiliki opsi set-piece yang bagus dengan Luis Milla. Kaki kanannya menciptakan banyak permainan yang bagus,β ujar Butez.Butez bahkan optimistis Como bisa mencetak banyak gol melalui sepak pojok sepanjang musim. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa situasi bola mati dapat menjadi salah satu senjata utama tim.Potensi itu kemudian membuat Como disebut memiliki kemiripan dengan Arsenal. Klub Premier League tersebut dikenal sangat berbahaya melalui skema sepak pojok.Pada musim lalu, Arsenal tercatat mencetak 19 gol melalui sepak pojok. Jumlah tersebut menjadi rekor baru di Premier League berdasarkan data Opta.Como tentu berharap efektivitas bola mati mereka terus berkembang. Dengan kreativitas Milla sebagai pengumpan, anak eks pelatih Timnas Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam skema Cesc Fabregas.