Allano Lima Kena Rasis dari Wasit: Mereka Selalu Hina Saya Si Hitam

SCORE.CO.ID - Hari ini, Jumat (27/2/2026), pemain Persija Jakarta, Allano Lima, mengaku kesal karena merasa sering mendapat kartu kuning secara tidak adil di Super League 2025/2026.
Pemain asal Brasil itu tercatat telah menerima total 11 kartu kuning dan menilai situasi tersebut terus berulang. Selain kesal dia mengungkapkan bahwa selain menerima kartu dia juga sering kali diejek dengan membawa warna kulitnya yang hitam. "Saya bukan orang suci. Saya manusia. Apa yang terus terjadi berulang kali adalah sesuatu yang sangat menakutkan bagi saya. Apa pun yang saya lakukan, saya dihukum dengan kartu kuning lalu terkadang rasis," ujar Allano Lima. Ia menambahkan bahwa pengalamannya di sepakbola puluhan tahu ternyata tak memberi dampak bisa diperlakukan adil di Liga Indonesia ini. "Saya sudah menjadi profesional lebih dari 10 tahun dan di mana pun saya belum pernah dihukum sebanyak sekarang. Ini sangat membuat frustasi." "Saya bekerja sangat keras untuk menikmati setiap pertandingan, dan bahkan ketika saya dilanggar, justru saya yang mendapat kartu," pemain bernomor punggung 17 itu. Disela-sela interview ia menambahkan bahwa karena kartu yang ia terima dari wasit membuat dirinya bermain diluar kendali. Alano sempat frustasi dan berpikir bahwa wasit Liga Indonesia terkadang rasis kepadanya, bahkan tindakan itu sangat nyata. "Segalanya sudah di luar kendali saya. Saya tidak bisa mengekspresikan diri tanpa mendapat kartu. Seharusnya saya bisa merayakan kemenangan besar melawan tim hebat ini,” katanya. "Mungkin jika saya berkulit putih, saya tidak akan diperlakukan seperti ini. Bagi orang kulit hitam, semuanya lebih sulit, dan itu nyata," kata Allano Lima. Meski begitu, penyerang asal Brasil itu tetap semangat menjalani laga demi laganya, dan hanya bisa berpasrah kepada tuhan. "Saya akan terus berjuang setiap hari dan saya memohon kepada Tuhan agar suatu hari nanti semuanya berubah. Saya bersyukur kepada Tuhan atas tiga poin ini, dan saya akan terus mengikuti jalan kami sampai akhir," tutup Allano Lima.