Hari Ini, Buntut Kasus Tendangan Kungfu - Alberto Hengga Minta Maaf Akui Menyesal
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Buntut dari aksi kekerasan yang viral di media sosial soal "tendangan kungfu", pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Fadly Alberto Hengga akhirnya buka suara.Β
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya pada Senin (20/4) malam kemarin, bintang muda ini menyampaikan permohonan maaf mendalam atas insiden yang mencoreng sportifitas tersebut.Dalam unggahannya, Alberto tidak mencari pembelaan dan mengakui bahwa tindakannya adalah sebuah kesalahan besar yang merugikan banyak pihak.Akui Perbuatan Bodoh: Ia secara sadar memohon maaf dan menyesal telah menendang pemain lawan, Rakha Nurkholis, dalam laga tensi tinggi tersebut.Minta Maaf ke Korban: Secara khusus, Alberto menyampaikan permohonan maaf kepada Rakha Nurkholis dan seluruh tim Dewa United Banten FC U-20.Dalam unggahannya tersebut ia langsung meminta maaf dan menyesal atas tindakannya itu."Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya. Saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis, tim Dewa United, manajemen Bhayangkara FC, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang saya perbuat", terangnya dilansir dari akun resmi miliknya.Alberto Hengga ucapkan permintaan maaf hari ini, dilansir dari akun Instagram pribadinyaInsiden yang terjadi pada Minggu (19/4) di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 ini sebenarnya bermula dari tensi pertandingan yang terus meningkat.Dimana protes gol offside membuat tegangan memuncak pada menit ke-81 saat wasit mengesahkan gol kedua Dewa United melalui Abu Thalib. Kubu Bhayangkara melakukan protes keras karena menilai pencetak gol berada dalam posisi offside.Β Di tengah kekacauan tersebut, kamera menangkap momen Alberto Henga melayangkan tendangan kungfu ke arah punggung Rakha Nurkholis. Laga sendiri berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United.Meskipun sudah meminta maaf, nasib Alberto di skuad Timnas Indonesia U-20 asuhan Nova Arianto sudah diputuskan dengan pencoretan namanya. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh pemain muda bahwa kontrol emosi di lapangan jauh lebih penting daripada sekadar bakat teknis.Semoga permintaan maaf ini menjadi langkah awal bagi Alberto untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pemain yang menjunjung tinggi sportivitas di masa depan.Β