βSayangnya, ini adalah salah satu dari banyak contoh musim ini di mana kami tidak mampu mencetak gol dari sekian banyak peluang yang kami miliki,β ujar Slot, seperti dikutip oleh Reuters pasca laga.
Satu-Satunya Sinar di Tengah Pekan yang Suram
Di tengah badai kritik, Liverpool sempat memberi sedikit napas lega bagi para pendukungnya. Tiga hari sebelum tragedi melawan PSG, The Reds berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Fulham di Premier League pada 11 April 2026, juga di Anfield.
Kemenangan itu terasa spesial berkat gol pembuka dari talenta muda, Rio Ngumoha, pada menit ke-36. Tendangan melengkungnya yang indah menjadi gol perdananya di Anfield. Empat menit berselang, sang juru gedor andalan, Mohamed Salah, menggandakan keunggulan setelah menerima umpan matang dari Cody Gakpo.
Mohamed Salah (kanan) melepaskan tembakan yang menjadi gol kedua Liverpool ke gawang Fulham.
Rapor Merah: Rentetan Kekalahan yang Menyakitkan
Namun, kemenangan atas Fulham tak mampu menutupi tren performa yang menukik tajam. Sebelum dua laga di Anfield, Liverpool sudah menelan tiga kekalahan beruntun yang krusial. Perjalanan duka dimulai saat bertandang ke markas Brighton pada 21 Maret, di mana mereka kalah 1-2.
Pukulan lebih telak diterima pada 4 April saat mereka dibantai 4-0 oleh Manchester City di ajang FA Cup, yang sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi tersebut. Empat hari kemudian, mereka takluk 0-2 di Paris pada leg pertama perempat final UCL.
Secara keseluruhan, statistik lima laga terakhir ini sangat mengkhawatirkan. Liverpool hanya mampu mencetak dua gol namun kebobolan 10 kali. Lini serang yang mandul dan pertahanan yang rapuh menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arne Slot.
Dengan tersingkirnya dari dua kompetisi piala, kini satu-satunya fokus Liverpool adalah mengamankan posisi lima besar di klasemen Premier League. Tekanan semakin besar karena Liverpool pertandingan selanjutnya akan melakoni laga sarat gengsi: Derby Merseyside melawan Everton pada 19 April 2026. Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang harga diri dan momentum untuk bangkit dari keterpurukan.