5 Bek Legenda Kolombia yang Dilupakan: Iván Córdoba, Yepes, Escobar

score.co.id - Bek Legenda Kolombia sering kali tenggelam di balik nama besar penyerang flamboyan, padahal mereka adalah tulang punggung sejarah Los Cafeteros yang penuh darah dan air mata. Dari kejayaan Copa América hingga tragedi yang mengguncang dunia, nama-nama seperti Iván Córdoba, Mario Yepes, dan Andrés Escobar mewakili karakter pertahanan Amerika Latin yang tak kenal kompromi.

Iván Córdoba – Tembok Raksasa Bertubuh Kecil dan Pahlawan Copa América 2001

Iván Córdoba adalah anomali. Posturnya mungkin tidak menjulang, namun lompatannya membuat penyerang lawan gentar. Selama 13 musim di Inter Milan, ia mengoleksi 455 laga dan menjadi bagian krusial dari skuat legendaris yang meraih treble winner pada 2010. Di Italia, ia dikenal karena kecepatan murni yang sulit dicari tandingannya. Dia adalah benteng.
Legenda pertahanan Los Cafeteros - Iván Córdoba saat merayakan gol penentu kemenangan di final Copa América 2001.

Dominasi di Inter Milan: 455 Laga dan 5 Scudetto

Warisan terbesarnya untuk negara tercipta di Bogotá pada 2001. Sundulan mautnya ke gawang Meksiko memastikan gelar Copa América pertama dan satu-satunya bagi Kolombia. Bagi generasi Z, sosoknya mungkin sekadar kartu 'Hero' dalam video game EA FC. Kenyataannya, ia adalah salah satu bek tengah terbaik yang pernah menginjakkan kaki di Serie A.

Mario Yepes – Sang Kapten yang Menjaga Nafas Los Cafeteros

Lahir di Cali, Mario Yepes menjelma menjadi pemimpin karismatik dengan 102 caps. Dia adalah jantung pertahanan saat Kolombia kembali ke panggung dunia pada 2014 setelah penantian 16 tahun. Yepes bukan hanya soal teknik, tapi soal mentalitas. Ia membawa tim mencapai perempat final pertama mereka di Maracanã.
Mario Yepes kapten Kolombia - Sosok pemimpin sejati saat membawa tim ke perempat final Piala Dunia 2014.
Kariernya di Eropa melintasi klub elit seperti PSG dan AC Milan. Hingga kini, pengaruhnya belum pudar. Pada Kongres FIFA 2026 di Vancouver, Yepes masih aktif sebagai duta sepak bola. Ia pernah bercerita bahwa menghadapi Messi atau Ronaldinho adalah kemustahilan yang nyata. Mereka tidak terduga.

Andrés Escobar – Tragedi dan Warisan El Caballero del Fútbol

Nama Andrés Escobar sering kali diingat melalui lensa duka akibat peristiwa 1994. Namun, mereduksi kariernya hanya pada satu gol bunuh diri adalah kesalahan besar. Escobar adalah bek yang elegan, disiplin, dan sangat tenang, sehingga ia dijuluki El Caballero atau sang ksatria. Sebelum insiden di Amerika Serikat, ia bahkan sudah dalam radar transfer AC Milan.
Andrés Escobar 1994 - Mengenang sosok bek elegan yang menjadi simbol integritas sepak bola Kolombia.
Setelah eliminasi yang menyakitkan itu, ia menulis pesan mendalam di harian El Tiempo. "Life doesn't end here," tulisnya. Kalimat itu kini menjadi mantra moral bagi seluruh atlet di negaranya. Selain tiga nama besar tadi, sejarah juga mencatat jasa Alexis Mendoza dan Luis Fernando Herrera yang kerap terlupakan namun berperan vital dalam membangun fondasi pertahanan yang kokoh. Warisan para bek ini adalah bukti bahwa pertahanan adalah seni yang sama berharganya dengan mencetak gol. Untuk mengikuti perkembangan berita sepak bola internasional dan data pemain legendaris lainnya, pastikan Anda selalu memantau pembaruan di score.co.id secara rutin.