3 Kasus Bonek Persebaya Bentrok yang Menimbulkan Korban Jiwa

SCORE.CO.ID - Sepak bola seharusnya jadi tempat orang bersorak, bernyanyi, dan pulang membawa kenangan seru. Namun kasus Bonek Persebaya yang awalnya hanya rivalitas justru berubah menjadi tragedi yang meninggalkan luka mendalam.Β  Nama Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya, beberapa kali ikut terseret dalam bentrokan besar yang bahkan memakan korban jiwa.

Kasus Bonek Persebaya

Dalam sejumlah kasus, Bonek disebut sebagai pihak yang terlibat langsung dalam kerusuhan. Tetapi di sisi lain, ada juga kejadian ketika mereka justru menjadi korban.Β  Berikut ini tiga kasus Bonek Persebaya yang sempat mengguncang dunia sepak bola Indonesia:

1. Bentrokan di Lamongan dan Rusuh Stadion Surabaya

Salah satu insiden paling memilukan terjadi pada Maret 2012. Saat itu rombongan Bonek sedang melakukan perjalanan menuju Bojonegoro untuk mendukung Persebaya melawan Persibo.Β  Ketika melintas di wilayah Babat, Lamongan, kereta yang mereka tumpangi dihujani lemparan batu oleh oknum suporter dan warga sekitar. Akibat kejadian itu, empat Bonek meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka berat. Sebagian korban mengalami cedera serius di bagian kepala akibat lemparan batu. Masih di tahun yang sama, kerusuhan kembali terjadi usai laga Persebaya kontra Persija Jakarta di ajang Liga Primer Indonesia.Β  Namun kali ini bentrokan bukan antar suporter, melainkan melibatkan aparat keamanan. Situasi memanas setelah sejumlah suporter hendak menurunkan spanduk dan terjadi aksi dorong dengan polisi. Gas air mata yang ditembakkan membuat suasana makin kacau. Dalam kepanikan tersebut, seorang Bonek bernama Purwo Adi Utomo meninggal dunia setelah terjatuh dan terinjak di tribun stadion.

2. Rivalitas Panas dengan Aremania

Bentrok Bonek vs Aremania
Bentrok Bonek vs Aremania
Hubungan panas antara Bonek dan Aremania juga beberapa kali memicu tragedi besar. Pada Mei 2014, bentrokan terjadi di kawasan Tol Simo, Surabaya, saat rombongan Aremania pulang dari Gresik menuju Malang. Kerusuhan itu menyebabkan tiga orang Aremania meninggal dunia dan belasan lainnya terluka. Insiden tersebut disebut sebagai aksi balasan atas bentrokan serupa yang sebelumnya juga memakan korban dari pihak Bonek. Perseteruan kembali pecah pada Desember 2015 di Sragen, Jawa Tengah. Saat itu bus rombongan Aremania berpapasan dengan iring-iringan Bonek.Β  Lemparan batu dan kerusuhan tidak bisa dihindari hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia.

3. Bentrokan dengan Perguruan Silat

Kerusuhan lain terjadi di Surabaya pada 2017 saat rombongan Bonek bertemu kelompok perguruan silat setelah pertandingan Persebaya.Β  Bentrokan pecah di jalanan hingga akhirnya menimbulkan korban jiwa dari pihak perguruan silat. Peristiwa-peristiwa ini menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam sepak bola seharusnya tidak berubah menjadi kekerasan.Β